Langsung ke konten utama

Tips Memilih Laptop AI untuk Editing

Seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), laptop dengan fitur AI kini semakin dibutuhkan, khususnya untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam berbagai aktivitas. Banyak pekerjaan yang saat ini sudah banyak terbantu dengan hadirnya laptop berteknologi AI. Salah satunya adalah para editor baik naskah, foto ataupun video.

Kalau Anda adalah orang yang bergerak di industri kreatif seperti editing, apapun formatnya, Anda juga bisa memanfaatkan laptop AI. Atau Anda juga bisa menggunakan laptop tipis yang berbasis AI, bagi Anda yang juga banyak melakukan perjalanan.

Nah, berikut adalah beberapa tips memilih laptop AI modern, khususnya laptop AI untuk editing. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Kemampuan Prosesor AI
Prosesor AI merupakan inti performa laptop dalam menjalankan tugas berbasis AI, seperti pengenalan wajah dan analisis data. Laptop AI modern biasanya menggunakan prosesor dengan Neural Processing Unit (NPU) yang mampu mempercepat proses AI dan hemat daya. Contoh terkini adalah Intel® Core™ Ultra Series 2 yang memiliki AI Boost NPU dengan performa hingga 47 TOPS (Tera Operations Per Second), cocok untuk aplikasi kreatif dan produktivitas tinggi.

Kualitas Layar dan Audio
Kualitas layar dan audio penting bagi pengguna yang bekerja dengan konten multimedia berbasis AI. Layar OLED atau layar beresolusi tinggi menawarkan akurasi warna yang sangat baik, bermanfaat bagi pekerja kreatif seperti desainer dan editor video. Sistem audio berkualitas, seperti Dolby Atmos® atau yang bersertifikasi Harman Kardon, juga penting untuk pengalaman audio yang mendalam. Kualitas layar dan audio yang optimal akan meningkatkan produktivitas dan kreativitas pengguna.

Keamanan Berbasis AI
Teknologi AI pada laptop kini juga digunakan untuk keamanan, seperti pengenalan wajah, sensor sidik jari, dan deteksi aktivitas mencurigakan. Laptop yang dilengkapi Windows Hello dan kamera IR berbasis AI memungkinkan login wajah cepat dan aman. Fitur Adaptive Lock yang otomatis mengunci layar saat pengguna tidak ada di depan laptop juga meningkatkan perlindungan data dari akses tidak sah.

Efisiensi Baterai dan Daya Tahan
Laptop AI modern sering kali dilengkapi teknologi yang mendukung efisiensi daya untuk meningkatkan daya tahan baterai. Prosesor yang hemat energi namun tetap berperforma tinggi membantu pengguna bekerja lebih lama tanpa harus sering mengisi daya. Beberapa laptop bahkan dapat mengoptimalkan penggunaan daya sesuai aktivitas yang dilakukan, mendukung mobilitas bagi pengguna yang sering berpindah tempat.


Rekomendasi: Asus Zenbook S 14 OLED (UX5406)

Jika Anda mencari laptop AI tipis premium yang bertenaga, Asus Zenbook S 14 OLED (UX5406) adalah pilihan yang sangat tepat. Laptop tipis ini dilengkapi dengan prosesor Intel® Core™ Ultra Series 2 terbaru dengan Intel® AI Boost NPU hingga 47 TOPS, menghadirkan performa AI yang kuat dalam bodi ramping. 


Yang menarik, Asus Zenbook S 14 terbaru ini juga menggunakan layar Asus Lumina OLED 3K dengan akurasi warna tinggi, ideal bagi kreator dan profesional konten visual.

Dengan sistem pendingin canggih dan fitur keamanan berbasis AI, Asus Zenbook S 14 OLED (UX5406) memberikan kenyamanan dan keamanan untuk mobilitas tinggi. Laptop ini mendukung produktivitas dan dapat diandalkan kapan saja dan di mana saja. Termasuk bagi Anda para editor.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Lewat Arrow Lake Refresh, Intel Coba Kembali Dominasi Industri PC

Intel tampaknya menyiapkan langkah lanjutan untuk menghidupkan kembali daya saingnya di pasar prosesor, meski jalurnya tidak sepenuhnya agresif. Core Ultra 200K Plus dan 200HX Plus, yang dikenal dengan nama kode Arrow Lake Refresh, dikabarkan akan meluncur pada Maret atau April 2026. Informasi ini berasal dari pembocor perangkat keras asal Tiongkok, Golden Pig Upgrade Pack, dan mengindikasikan bahwa Intel memilih bermain aman sambil menunggu momentum yang lebih besar. Menurut laporan Tom’s Hardware, Intel sebelumnya memang sudah mengonfirmasi bahwa lini Core Ultra 200S Arrow Lake akan mendapatkan penyegaran. Namun, perusahaan hanya menyebut “2026” tanpa kepastian waktu, memicu spekulasi bahwa pengumuman akan dilakukan di CES 2026. Kenyataannya, Intel justru lebih memusatkan perhatian pada Panther Lake, yang kini diposisikan sebagai bintang utama. Panther Lake dijadwalkan hadir di pasar pada 27 Januari 2026, dengan embargo ulasan untuk varian andalan Core Ultra X9 388H dikabarkan akan b...

Kabar Buruk. Pengguna Beralih ke Harddisk, Harga Jadi Ikut Naik

Permintaan terhadap hard disk drive (HDD) kembali melonjak tajam dan berdampak langsung pada harga pasar. Berdasarkan pelacakan harga ComputerBase, rata-rata harga HDD telah naik sekitar 46 persen sejak pertengahan September, meskipun tidak ada gangguan besar pada rantai pasok global.  Kenaikan ini terjadi secara bertahap selama empat bulan terakhir, dengan rentang peningkatan harga antara 23 persen hingga 66 persen, tergantung model dan kapasitas. Model dengan kenaikan terendah tercatat pada Seagate IronWolf Pro NAS HDD + Rescue 16 TB, yang naik sekitar 23 persen. Sebaliknya, lonjakan harga tertinggi terjadi pada Toshiba Cloud Scale Capacity MG10F AFA 22 TB yang melonjak hingga 66 persen. ComputerBase memantau 12 model HDD paling populer berdasarkan daftar harga euro dan menemukan bahwa secara rata-rata, HDD kini hampir 50 persen lebih mahal dibandingkan empat bulan lalu. Laporan DigiTimes pada Desember 2025 turut memperkuat tren ini. Disebutkan bahwa negosiasi kontrak kuartal kee...

Dukung Industri E-sports, ShopeePay Gandeng RRQ

Rex Regum Qeon (RRQ) mengumumkan kemitraan strategis dengan ShopeePay sebagai sponsor untuk tahun 2026. Kolaborasi ini menegaskan semakin eratnya hubungan antara industri esports dan layanan keuangan digital, sekaligus menunjukkan bagaimana dompet elektronik kini menjadi bagian penting dari gaya hidup generasi muda yang lekat dengan gaming, hiburan, dan transaksi digital. Bagi ShopeePay, menggandeng RRQ bukan sekadar langkah branding. RRQ memiliki basis penggemar besar dan loyal, dikenal sebagai RRQ Kingdom, yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda dan digital native.  Segmen ini dinilai sejalan dengan visi ShopeePay untuk memperluas adopsi layanan keuangan digital melalui pengalaman yang relevan, praktis, dan bernilai tambah. ShopeePay menegaskan kolaborasi ini akan menghadirkan kemudahan transaksi sekaligus berbagai keuntungan eksklusif bagi komunitas RRQ. Di sisi RRQ, kehadiran ShopeePay dipandang sebagai mitra yang memahami kultur komunitas esports. RRQ menekank...

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...