Langsung ke konten utama

Vivo X Fold3 Pro, Smartphone Lipat Yang Canggih

Dalam dunia smartphone yang selalu berkembang pesat, Vivo kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui Vivo X Fold 3 Pro. Smartphone ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan perangkat yang tidak hanya canggih tetapi juga multifungsi. Dengan fitur-fitur revolusioner dan desain futuristik, Vivo X Fold 3 Pro berusaha memberikan pengalaman yang luar biasa kepada para penggunanya. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang Vivo X Fold 3 Pro, meliputi desain, fitur, performa, hingga harga dan ketersediaannya.

Desain dan Layar

Vivo X Fold 3 Pro hadir dengan desain lipat yang inovatif, memungkinkan pengguna untuk menikmati pengalaman smartphone dan tablet dalam satu perangkat. Desain yang ramping dan elegan membuatnya nyaman digenggam dan mudah dibawa ke mana saja. Dengan material premium dan build quality yang solid, Vivo X Fold 3 Pro memberikan kesan mewah dan tahan lama.

Smartphone ini dilengkapi dengan layar utama AMOLED berukuran 8,03 inci ketika dibuka dan menawarkan resolusi tinggi dan warna yang tajam. Layar cover berukuran 6,5 inci yang sangat ideal untuk penggunaan sehari-hari saat perangkat dalam kondisi dilipat. Kedua layar tersebut dilengkapi dengan refresh rate 120Hz, memastikan tampilan yang halus dan responsif.

Fitur-Fitur Unggulan dari Vivo X Fold3 Pro

Kinerja Maksimal

Vivo X Fold 3 Pro ditenagai oleh chipset terbaru dan terkuat dari Qualcomm, Snapdragon 8 Gen 3, yang dipadukan dengan RAM dan penyimpanan internal yang beragam diantaranya 256GB 12GB RAM, 512GB 16GB RAM, 1TB 16GB RAM. Kombinasi ini memastikan kinerja yang cepat dan lancar, baik untuk multitasking, gaming, maupun penggunaan aplikasi berat lainnya.

Sistem Kamera Canggih

Smartphone ini dilengkapi dengan sistem kamera yang sangat canggih yang dibangun bersama dengan Zeiss, termasuk kamera utama 50MP, kamera ultra-wide 50MP, kamera telefoto 65MP dengan 3x optical zoom. Kamera depan ganda 32MP juga hadir untuk memastikan kualitas foto selfie yang luar biasa. Berbagai fitur fotografi dan videografi, seperti mode malam, perekaman video 8K, dan stabilisasi gambar optik, membuat Vivo X Fold 3 Pro menjadi perangkat yang ideal bagi para penggemar fotografi.



Baterai Tahan Lama dan Pengisian Cepat

Dengan kapasitas baterai 5700mAh, Vivo X Fold 3 Pro menawarkan daya tahan yang luar biasa untuk penggunaan sehari penuh. Teknologi pengisian cepat 100W memungkinkan pengisian daya hingga 70% hanya dalam waktu 30 menit. Selain itu, smartphone ini juga mendukung pengisian nirkabel 50W.

Konektivitas Terdepan

Vivo X Fold 3 Pro dilengkapi dengan teknologi 5G, Wi-Fi 7, dan Bluetooth 5.4, memastikan konektivitas yang cepat dan stabil. Fitur NFC juga hadir untuk kemudahan pembayaran digital dan transfer data.

Sistem Operasi dan Antarmuka

Vivo X Fold 3 Pro menjalankan sistem operasi Android 14 dengan antarmuka khas Vivo, Funtouch OS 14. Antarmuka ini dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang intuitif dan kaya fitur, termasuk mode multitasking yang dioptimalkan untuk layar lipat.

Performa

Dalam berbagai pengujian, Vivo X Fold 3 Pro menunjukkan performa yang mengesankan. Chipset Snapdragon 8 Gen 3 memberikan kecepatan dan efisiensi yang tinggi, memungkinkan perangkat untuk menangani berbagai tugas berat dengan mudah. Layar 120Hz memberikan pengalaman visual yang halus, sementara baterai besar dan teknologi pengisian cepat memastikan perangkat selalu siap digunakan.

Harga dan Ketersediaan

Vivo X Fold 3 Pro ditawarkan dengan harga yang sesuai dengan fitur dan teknologi canggih yang dibawanya, dengan dibandrol dimulai dengan harga Rp.26 jutaan Smartphone ini sudah tersedia di berbagai toko elektronik dan platform e-commerce terkemuka.

Vivo X Fold 3 Pro adalah pilihan yang tepat bagi mereka yang menginginkan perangkat dengan teknologi terkini dan fitur-fitur canggih. Dengan desain lipat yang inovatif, kinerja maksimal, sistem kamera canggih, dan daya tahan baterai yang luar biasa, Vivo X Fold 3 Pro siap memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Vivo terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi, dan Vivo X Fold 3 Pro adalah bukti nyata dari inovasi dan keunggulan mereka dalam industri smartphone.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Hape Layar Sentuh Sudah Mentok. Keyboard Qwerty Hidup Kembali?

Ponsel dengan keyboard fisik QWERTY tampaknya belum sepenuhnya punah. Setelah hampir dua dekade didominasi layar sentuh kapasitif ala iPhone, tanda-tanda kebangkitan perangkat dengan tombol fisik mulai kembali terlihat, menantang arus utama desain smartphone modern yang sejak lama dianggap final. Sejak Apple memperkenalkan iPhone dan menyingkirkan keyboard fisik dari peta industri, pengguna dipaksa beradaptasi dengan papan ketik virtual. Meski semakin canggih, keyboard layar sentuh tetap memiliki keterbatasan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan kecepatan dan presisi mengetik.  Tidak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir muncul komunitas yang memodifikasi BlackBerry lawas dengan spesifikasi lebih modern, mulai dari prosesor lebih cepat, RAM lebih besar, baterai berkapasitas tinggi, hingga port USB-C. Fenomena ini tidak hanya didorong nostalgia, tetapi juga kekecewaan terhadap pengalaman mengetik di layar sentuh. Di CES 2026, sinyal kebangkitan QWERTY semakin jelas. C...

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...

Harga RAM Naik, Jual Konverter SODIMM to DIMM Laris Manis

Lonjakan harga memori desktop dalam setahun terakhir mendorong sebagian gamer mencari solusi alternatif yang lebih ekonomis. Salah satu pendekatan yang mulai dilirik adalah memanfaatkan memori laptop berjenis SODIMM dengan bantuan adaptor SODIMM-to-DIMM, sehingga modul memori tersebut dapat digunakan pada sistem PC desktop. Menurut analisis 3DCenter.org, adaptor SODIMM-to-DIMM relatif murah dan mudah ditemukan di pasaran. Ketika dikombinasikan dengan memori SODIMM yang kenaikan harganya lebih moderat, pendekatan ini menjadi masuk akal secara finansial. Dalam periode satu tahun terakhir, harga memori SODIMM rata-rata naik sekitar 136 persen, jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga memori desktop DIMM yang mencapai 245 persen. Kondisi ini membuat pembelian memori laptop terlihat lebih rasional bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade atau merakit PC baru dengan anggaran terbatas. Dari sisi harga, selisihnya cukup signifikan. Modul DDR5-4800 SODIMM berkapasitas 16 GB saat ini dib...