Langsung ke konten utama

Beredar, Poco Pad Gunakan Prosesor Qualcomm Snapdragon 7s

Poco memperkenalkan tablet Poco Pad di Indonesia. Tablet ini disebut-sebut menawarkan kinerja yang dapat diandalkan oleh pengguna dari berbagai kalangan, termasuk penggemar game.

Manurut Abee Hakim, Product PR Manager Poco Indonesia, Poco Pad tidak didesain khusus untuk gaming. Namun, banyak pengguna yang memanfaatkan performa tinggi tablet ini untuk bermain game berat.

"Kami tidak secara khusus menargetkan tablet ini untuk para gamer, tetapi kami bermaksud menyajikan produk tablet dengan layar yang lebih besar dan kinerja yang tetap luar biasa, sehingga mereka bisa menikmati pengalaman yang maksimal," sebut Abee.



Abee menjelaskan bahwa banyak pemain game tidak hanya bermain di ponsel, tetapi juga di tablet. Oleh karena itu, Poco Pad diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang telah lama menantikan hadirnya tablet bermerek Poco.

Selain untuk gaming, Poco Pad juga dirancang bagi pengguna yang mencari perangkat mobile dengan layar besar untuk menikmati konten hiburan seperti streaming. Tablet ini dilengkapi dengan berbagai fitur dan aksesoris yang mendukung produktivitas.

Poco Pad ditenagai oleh chipset Snapdragon 7s Gen 2, yang juga digunakan oleh Poco X6. Chipset ini memiliki teknologi fabrikasi 4nm dengan skor AnTuTu sekitar 620.000. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang sering mengunduh video, Poco Pad dilengkapi dengan penyimpanan 256GB dan slot microSD hingga 1,5TB.

Abee mengakui bahwa Poco Pad diluncurkan di tengah pasar tablet Indonesia yang sudah sangat kompetitif. Namun, ia yakin tablet Poco dapat bersaing. Meski demikian, Abee tidak mengungkapkan target penjualan Poco Pad di Indonesia.

Poco Pad sudah dapat dipesan melalui pre-order dari 4 Juli pukul 13.00 WIB hingga 17 Juli 2024 melalui saluran online Poco di Mi.com, Blibli, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Selama periode pre-order, pembelian Poco Pad dan aksesorisnya akan mendapatkan diskon hingga Rp 200.000.

Tertarik? Harga Poco Pad dan aksesorisnya adalah sebagai berikut. Poco Pad 8/256GB di Rp3.999.000, Poco Pad Keyboard di Rp699.000 dan Poco Smart Pen di Rp699.000.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Asus ExpertBook Ultra, Laptop Bisnis Paling Aman di Industri

Di era AI dan hybrid working, ancaman terhadap perangkat bisnis berkembang jauh lebih agresif dibanding beberapa tahun lalu. Serangan kini tidak hanya menyasar software atau sistem operasi, tetapi juga firmware, BIOS, hingga level hardware. Karena itu, laptop bisnis modern tidak cukup hanya menawarkan performa tinggi dan desain premium. Keamanan kini menjadi fondasi utama. Asus mencoba menjawab tantangan tersebut melalui Asus ExpertBook Ultra . Laptop flagship bisnis ini dirancang bukan hanya sebagai perangkat kerja premium, tetapi sebagai platform komputasi enterprise dengan pendekatan keamanan berlapis dari level firmware hingga manajemen IT perusahaan. Salah satu aspek paling menarik adalah hadirnya Asus ExpertGuardian, ekosistem keamanan enterprise yang membawa fitur-fitur kelas korporasi. Asus bahkan menempatkan ExpertBook Ultra pada kategori “Enterprise Protection” yang merupakan level tertinggi dalam lini keamanan perangkat bisnis mereka. Berbeda dengan laptop konsumen biasa yan...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Xiaomi Fokus Kembangkan Chipset Sendiri

Xiaomi akhirnya mulai menyadari bahwa membuat chipset sendiri bukanlah sekadar proyek gengsi instan, melainkan industri brutal yang membakar uang dalam jumlah masif. Setelah memperkenalkan XRING 01, perusahaan asal Tiongkok itu kini menyiapkan investasi 200 miliar yuan atau sekitar Rp450 triliun untuk riset teknologi inti dalam lima tahun ke depan. Masalahnya, industri silikon tidak semudah menjual smartphone dengan strategi harga murah dan spesifikasi agresif. Qualcomm, Apple, dan MediaTek sudah puluhan tahun membangun fondasi desain chip, optimasi software, hingga rantai pasokan global.  Sementara itu, XRING 01 baru terjual sekitar satu juta unit, angka yang masih sangat kecil dibanding volume Snapdragon dan Dimensity. Menariknya, Xiaomi tampaknya mulai realistis. Alih-alih memaksakan penggunaan proses fabrikasi 2nm yang mahal, XRING 03 kabarnya tetap memakai node TSMC 3nm N3P. Secara marketing mungkin kalah “wah”, tetapi langkah ini jauh lebih rasional karena biaya pengembangan ...