Langsung ke konten utama

Asus ROG Ally X Segera Hadir dengan Sejumlah Upgrade

Asus Republic of Gamers (ROG) resmi mengumumkan bahwa handheld gaming PC terbaru, yaitu ROG Ally X, akan segera hadir di Indonesia.

Didesain sebagai handheld gaming PC berbasis Windows 11 terbaik, ROG Ally X akan menampilkan berbagai peningkatan, mulai dari memori, penyimpanan, baterai, hingga desain dan sistem pendinginnya. ROG Ally X disebut sebagai handheld gaming PC terbaik yang pernah ada hingga saat ini.

Segera Hadir di Indonesia
Para gamers di Indonesia sudah dapat menantikan kehadiran ROG Ally X dengan menyalakan notifikasi yang akan memberitahu langsung ketika produk ini telah tersedia. Notifikasi dapat diaktifkan melalui website resmi Asus. 


Bagi yang tertarik dengan ROG Ally 2023 atau ROG Ally generasi pertama, gamers juga dapat membeli ROG Ally 2023 dengan harga spesial Rp 9.999.000 untuk varian prosesor Z1 Extreme dan Rp 7.999.000 untuk varian prosesor Ryzen Z1, lengkap dengan bonus ROG Ally Travel Case selama persediaan masih ada.

Promo ini berlaku di Asus Online Store, ROG Store, Asus Exclusive Store serta toko-toko partner Asus lainnya. Informasi lengkap tersedia di website resmi Asus Indonesia. 

Dirancang untuk Gamers
Seluruh upgrade pada ROG Ally X adalah hasil dari berbagai masukan dari para gamers yang menggunakan ROG Ally. Dimulai dari penyimpanan, ROG Ally X kini dibekali dengan M.2 2280 PCIe Gen4 SSD berkapasitas 1TB, dua kali lipat dari kapasitas ROG Ally sebelumnya.

Dari sisi memori, ROG Ally X kini ditenagai memori 24GB LPDDR5X-7500 yang lebih kencang dan berkapasitas lebih besar, memungkinkan performa gaming yang lebih baik.

Kapasitas memori yang lebih besar ini memungkinkan ROG Ally X memiliki VRAM sebesar 8GB dan masih menyisakan ruang memori sebesar 16GB untuk menjalankan game. Dengan memori yang lebih cepat, performa iGPU Radeon™ di Ryzen Z1 Extreme™ juga meningkat, menghasilkan pengalaman gaming yang lebih optimal.

Desain dan Baterai yang Ditingkatkan
ROG Ally X kini tampil dengan kapasitas baterai hampir dua kali lipat, yaitu 80Wh, yang memungkinkan sesi bermain game yang lebih panjang. Meski kapasitas baterai, memori, dan penyimpanannya meningkat drastis, ROG Ally X tetap ringan dengan bobot hanya 678 gram, 70 gram lebih berat dari versi sebelumnya.

Dari sisi desain, ROG Ally X hadir dalam warna hitam sesuai dengan permintaan para gamers, serta memiliki tombol dan joystick yang didesain ulang untuk ergonomis dan kenyamanan penggunaan.

Bagian hand grip-nya juga dibuat dengan sudut lebih tajam untuk kenyamanan saat digenggam. Salah satu perubahan paling mencolok adalah tombol M1 dan M2 yang kini lebih kecil dan diposisikan agar tidak mudah tertekan.

Port dan Sistem Pendingin yang Ditingkatkan
Salah satu permintaan dari para gamers adalah port yang lebih banyak. Oleh karena itu, ROG Ally X kini dibekali dengan dua port USB Type-C, salah satunya mendukung perangkat berbasis Thunderbolt™ untuk fleksibilitas yang lebih baik.

Untuk menampung baterai yang lebih besar, Asus menghadirkan sistem pendingin baru dengan dua kipas khusus yang ukurannya 23% lebih kecil namun memiliki kemampuan mengalirkan udara 24% lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Sistem pendinginan ini memungkinkan ROG Ally X beroperasi dengan suhu hingga 6⁰ lebih rendah.

Dengan berbagai peningkatan dan fitur baru ini, ROG Ally X siap menjadi pilihan utama bagi para gamers yang mencari handheld gaming PC dengan performa terbaik.

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Microsoft Klaim Windows 11 Lebih Responsif 20%, Optimalisasi RAM Jadi Fokus

Microsoft mengklaim Windows 11 kini dapat merespons perintah hingga 20% lebih cepat berkat peningkatan pengelolaan memori dan optimalisasi operasi sehari-hari. Pembaruan ini menyasar sejumlah fitur utama, termasuk Start, File Explorer, dan Search, dengan manfaat yang diklaim paling terasa pada PC dengan RAM 8GB. Wakil presiden korporat Windows, Navjot Virk, mengatakan Microsoft berfokus pada pemanfaatan sumber daya sistem yang lebih efisien. Salah satu upayanya adalah meningkatkan pengelolaan memori agar lebih banyak data aktif tetap tersimpan di RAM, alih-alih dipindahkan ke media penyimpanan yang lebih lambat. Menurut Microsoft, optimalisasi tersebut memungkinkan Windows mempertahankan hingga 2GB lebih banyak data aktif di memori. Jika berjalan sesuai klaim, perubahan ini dapat membantu pengguna membuka lebih banyak aplikasi dan tab browser secara bersamaan tanpa harus langsung menambah kapasitas RAM. Microsoft juga mengubah cara Widgets bekerja pada PC dengan RAM 8GB atau kurang. F...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Google Playground: Platform Bikin Game Tanpa Coding yang Diincar Banyak Kreator

Google resmi meluncurkan Playground, platform eksperimental berbasis browser yang memungkinkan siapa saja bikin game hanya lewat perintah teks tanpa perlu kemampuan coding sama sekali. Lewat antarmuka percakapan, pengguna cukup menjelaskan konsep game yang diinginkan, misalnya tema unik seperti minuman ube latte, dan Playground langsung menerjemahkannya menjadi permainan yang bisa dicoba saat itu juga. Proses kreasinya dirancang sangat sederhana. Pengguna bisa memulai dari kanvas kosong, memilih prompt yang sudah disediakan, atau mengikuti panduan terstruktur untuk membangun ide game dari nol. Elemen seperti aturan permainan, karakter, fisika, hingga desain lingkungan semuanya bisa diubah hanya dengan mengetikkan instruksi baru, tanpa harus mengutak-atik baris kode secara manual. Setelah game jadi, hasilnya bisa disimpan secara privat, dibagikan lewat tautan ke teman dan keluarga, atau dipublikasikan ke galeri Explore Playground agar bisa dimainkan komunitas lebih luas. Karena berbasis...