Langsung ke konten utama

Tarif Internet Operator XL Kini Mulai Dari Rp2000. Murah!

XL Axiata kembali memberikan penawaran menarik bagi pelanggan setianya dengan meluncurkan paket internet baru bernama “Bebas Puas”. Dengan hanya modal Rp 2.000, pelanggan dapat menikmati akses internet yang sesuai kebutuhan dengan harga yang sangat ramah di kantong.

Direktur & Chief Commercial Officer XL Axiata, David Arcelus Oses, menyatakan bahwa akses digital kini menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Internet digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan dan bersosialisasi. Hal ini mendorong XL Axiata untuk merancang paket internet yang fleksibel dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Itulah yang mendasari kami ketika merancang paket baru Bebas Puas. Paket internet Bebas Puas ini menawarkan fleksibilitas yang tinggi bagi pelanggan untuk memilih paket yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka,” ujar David.



Paket “Bebas Puas” hadir dengan berbagai pilihan harga dan masa aktif yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Paket ini dimulai dari harga Rp 2.000 dengan kuota 0,4GB untuk masa aktif 1 hari. Ada juga pilihan lain seperti kuota 1GB seharga Rp 3.000, kuota 3GB seharga Rp 6.000, dan kuota 5GB seharga Rp 8.000, semuanya dengan masa aktif 1 hari.

Bagi pelanggan yang membutuhkan masa aktif lebih lama, tersedia pilihan kuota 9GB seharga Rp 9.000 dengan masa aktif 3 hari, kuota 5GB seharga Rp 15.000 dengan masa aktif 5 hari, kuota 7GB seharga Rp 21.000 dengan masa aktif 7 hari, dan kuota 10GB seharga Rp 30.000 dengan masa aktif 10 hari.

Keunggulan utama dari paket ini adalah sistem akumulasi kuota dan masa aktif yang ditawarkan. David menjelaskan bahwa biasanya ketika pelanggan membeli beberapa paket, masa aktif akan mengikuti yang terpanjang. Namun, dengan Paket Bebas Puas ini, masa berlakunya akan ditambahkan dan terus terakumulasi.

“Hal ini memungkinkan pelanggan untuk memiliki masa aktif yang panjang, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir kuotanya akan hangus atau nomornya menjadi tidak aktif,” jelas David.

Selain itu, XL Axiata juga memberikan bonus kuota dengan berbagai pilihan setiap pembelian Paket Bebas Puas. Bonus tersebut meliputi kuota malam, kuota TikTok/YouTube, dan kuota utama, yang semakin menambah nilai lebih bagi pelanggan.

Berikut adalah skema lengkap Paket “Bebas Puas” yang ditawarkan oleh XL Axiata:

  • Rp 2.000: kuota 0,4GB, aktif 1 hari
  • Rp 3.000: kuota 1GB, aktif 1 hari
  • Rp 6.000: kuota 3GB, aktif 1 hari
  • Rp 8.000: kuota 5GB, aktif 1 hari
  • Rp 9.000: kuota 9GB, aktif 3 hari
  • Rp 15.000: kuota 5GB, aktif 5 hari
  • Rp 21.000: kuota 7GB, aktif 7 hari
  • Rp 30.000: kuota 10GB, aktif 10 hari

Dengan pilihan skema yang beragam ini, pelanggan dapat menyesuaikan paket internet sesuai dengan kebutuhan harian maupun bulanan mereka tanpa perlu khawatir tentang masa aktif yang singkat. Paket "Bebas Puas" dari XL Axiata ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna dalam menikmati layanan internet yang semakin esensial di era digital saat ini.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Asus ExpertBook P3 G1. Laptop Bisnis Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Asus ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP) merupakan laptop bisnis terbaru Asus yang dirancang untuk profesional, pekerja hybrid, tenaga pendidik, dan perusahaan yang membutuhkan laptop kerja dengan performa, keamanan, serta daya tahan untuk penggunaan sehari-hari. Laptop bisnis Asus ini menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kg. Dengan kombinasi tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan bisnis, tetapi tetap memperhatikan mobilitas serta efisiensi investasi. Spesifikasi Asus ExpertBook P3 G1 Asus ExpertBook P3 G1 tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 225H dan hingga Intel Core Ultra 7 255H. Kedua prosesor tersebut memiliki Intel AI Boost NPU hingga 13 TOPS untuk mendukung sejumlah aktivitas berbasis AI. Untuk multitasking, laptop ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB melalui dua slot SO-DIMM. Penyimpananny...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...