Langsung ke konten utama

Asus AI Laptop, Zenbook S 16 Muncul di Computex. Akankah Hadir di Indonesia?

Asus baru-baru ini mengumumkan peluncuran laptop terbarunya, Zenbook S16, pada ajang Computex Taipei 2024. Laptop 16 inci ini menarik perhatian karena hadir dengan desain bermaterial “Ceraluminum”.

Sebagai informasi, Ceraluminum merupakan material campuran dari bahan keramik dan aluminium, menjadikannya ringan dan tahan lama. Dengan ketebalan hanya 1,1 cm dan berat 1,5 kg saja, laptop Asus AI Zenbook S16 menjadi pilihan yang ideal untuk dibawa bepergian.

Zenbook S16 dilengkapi dengan prosesor terbaru AMD Ryzen AI 9 yang memiliki kemampuan pemrosesan AI di perangkat (edge computing). Laptop Asus AI ini juga menyediakan RAM hingga 32GB, penyimpanan SSD 2TB, dan teknologi Wi-Fi 7 yang terdepan.



Dari segi pendinginan, produsen asal Taiwan tersebut mengimplementasikan sistem pendingin dual-fan yang senyap (25dB) dengan kamar uap, memungkinkan TDP 29W tanpa throttling. Layarnya adalah panel OLED 3K 16 inci dengan HDR, Dolby Vision, dan validasi dari Pantone.

Emisi cahaya biru yang rendah (sertifikasi TUV dan SGS) juga disebut-sebut dapat melindungi mata pengguna. Selain itu, dari sisi tata suara, laptop ini juga dilengkapi dengan pengaturan speaker 6-unit Harman Kardon dengan Dolby Atmos.

Di dalam bodi laptop, Asus menyematkan baterai berkapasitas 78Wh yang dipasangkan dengan adaptor USB-C 65W. Meskipun memiliki profil yang tipis, Asus menyertakan berbagai port lengkap. Mulao dari USB-A 3.2 Gen 2, dua port USB-C 4.0, HDMI 2.1, pembaca kartu SD, dan jack headphone.

Spesifikasi Asus Zenbook S 16 (UM5606) juga bukan main. Antara lain: layar OLED Pantone validated resolusi 3K 16 inci, rasio aspek 16:10 resolusi 2880 x 1800 piksel, kecerahan 400 nits, dan 500 nits (HDR).

Untuk prosesor, Asus memilih CPU AMD Ryzen AI 9 HX 370 dengan kecepatan 2.0GHz (Cache 36MB, hingga 5.1GHz, 12 inti, 24 Thread) yang punya fitur AMD Ryzen AI hingga 81 TOPs.

Ada juga versi dengan AMD Ryzen AI 9 365 Processor dengan kecepatan 2.0GHz (Cache 34MB, hingga 5.0GHz, 10 inti, 20 Thread); berfitur AMD Ryzen AI 77+ TOPs. Untuk GPU, AMD Radeon 890M/880M sudah disediakan. Adapun spesifikasi lainnya adalah RAM LPDDR5X 24GB atau 32GB, penyimpanan SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 1TB atau 2TB, webcam FHD, IR, mendukung Windows Hello, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan berbagai I/O.

Di Best Buy, laptop Asus AI Zenbook S16 tersedia untuk pre-order di pasar AS. Harga USD 1.399,99 atau sekitar Rp23 jutaan.

Postingan Populer

Militer AS Andalkan AI untuk Serang Iran

Militer AS kini mulai mengandalkan AI untuk mempercepat proses penentuan target serangan. Menurut laporan terbaru, United States Department of Defense mengklaim telah menyerang lebih dari 2.000 target di Iran hanya dalam empat hari. Tempo operasi yang sebelumnya hampir mustahil dicapai dengan proses militer tradisional. Di balik percepatan itu ada sistem analitik militer dari Palantir, yakni Maven Smart System, yang mengolah data dari drone, satelit, dan berbagai sensor medan perang. Sistem ini dipadukan dengan model AI dari Anthropic seperti Claude untuk menyusun rekomendasi target secara real-time. Perubahan utamanya ada pada kecepatan kill chain. Proses yang dulu membutuhkan analisis manusia berjam-jam kini dapat dipadatkan menjadi hitungan menit, atau bahkan detik. Masalahnya, percepatan ini datang dengan konsekuensi yang jarang dibahas secara jujur. Ketika target dihasilkan dan diproses pada kecepatan mesin, pengawasan manusia cenderung menjadi formalitas. Kesalahan kecil dalam da...

Review Lenovo V14 G4 IRU. Laptop Bisnis Terjangkau yang Serba Cukup

Segmen laptop bisnis entry-level selalu berada di posisi yang menarik sekaligus sulit. Di satu sisi, perangkat harus cukup andal untuk menunjang produktivitas harian seperti dokumen, spreadsheet, dan meeting online. Di sisi lain, harga yang ditekan membuat kompromi menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Lenovo melalui seri V14 mencoba menjawab kebutuhan tersebut. Dengan prosesor Intel Core i3 generasi ke-13, SSD NVMe, dan desain ringan, Lenovo V14 G4 IRU ini jelas ditujukan untuk pelaku UMKM, pelajar, hingga pekerja kantoran yang membutuhkan perangkat kerja tanpa biaya besar. Namun, pertanyaan pentingnya bukan sekadar “cukup atau tidak”, melainkan seberapa jauh kompromi yang harus diterima untuk mencapai harga tersebut? Ulasan kali ini akan coba sedikit membedahnya produk tersebut dari beberapa aspek. Desain Secara visual, Lenovo V14 tampil sederhana dengan balutan warna Iron Grey dan material PC-ABS. Ini bukan laptop yang mencoba tampil mewah, melainkan lebih ke arah utilitarian. Fin...

Smartphone Baterai Terbesar Segera Dirilis? 13.000mAh Cukup?

Rumor terbaru berhembus bahwa Honor tengah menyiapkan smartphone dengan baterai yang hampir terdengar berlebihan. Perangkat yang disebut sebagai Honor X80 GT dikabarkan akan membawa baterai 13.080 mAh. Jika benar, kapasitas ini jauh melampaui standar smartphone modern yang biasanya hanya berada di kisaran 5.000 mAh. Secara teori, ini berarti pengguna bisa melupakan charger selama berhari-hari. Namun secara praktis, pertanyaannya sederhana: seberapa besar dan berat ponsel ini nantinya? Honor sebenarnya sudah bereksperimen dengan baterai besar pada beberapa perangkat sebelumnya yang mendekati 10.000 mAh. X80 GT tampaknya mencoba melangkah lebih jauh, seolah ingin memenangkan lomba angka spesifikasi yang semakin absurd. Bandingkan dengan flagship dari Apple atau Samsung yang masih bermain di kapasitas jauh lebih kecil. Namun pendekatan mereka juga menunjukkan realitas desain: baterai besar selalu datang dengan kompromi pada ketebalan, berat, dan ergonomi. Memang ada perangkat ekstrem sepe...

PC Semakin Terpuruk. Harga Mahal Jadi New Normal?

Firma riset pasar IDC memangkas proyeksi pasar PC global dan memperingatkan bahwa industri menghadapi periode sulit hingga setidaknya 2027. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC global diperkirakan turun 11,3% tahun ini, jauh lebih buruk dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan penurunan 2,4%. Pasar tablet juga ikut melemah, dengan penurunan pengiriman sekitar 7,6%. Penyebab utamanya cukup klasik, kelangkaan memori dan gangguan rantai pasokan. Kenaikan harga komponen membuat produsen kesulitan memproduksi perangkat dalam skala besar sekaligus menjaga harga tetap kompetitif. Ironisnya, meski pengiriman turun, nilai pasar justru diperkirakan naik. IDC memperkirakan nilai pasar PC global bisa mencapai $274 miliar pada 2026, naik sekitar 1,6%, karena harga jual rata-rata perangkat terus meningkat. Dengan kata lain, industri mungkin akan menjual lebih sedikit PC, tetapi dengan harga lebih mahal. IDC juga memperingatkan bahwa masalah pasokan memori bisa bertahan hingga 202...

Siap-siap. Manusia dan AI Akan Berebutan Listrik!

Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan besar kemampuan AI bisa terjadi pada paruh pertama 2026. Menurut laporan terbaru mereka, para eksekutif di laboratorium AI besar di AS sudah memberi sinyal bahwa kemajuan berikutnya bisa “mengejutkan” banyak pihak. Salah satu indikatornya datang dari model terbaru OpenAI, yakni GPT-5.4 Thinking yang disebut mencapai 83% pada benchmark GDPVal, level yang diklaim sudah menyamai pakar manusia dalam sejumlah tugas ekonomi. Namun masalah terbesar bukan lagi algoritma. Masalahnya listrik. Morgan Stanley memperkirakan, di AS saja, bisa jadi akan timbul defisit daya 9-18 gigawatt hingga 2028, atau sekitar 12-25% di bawah kebutuhan komputasi AI. Dengan kata lain, industri mungkin tahu cara membangun AI yang lebih pintar, tetapi belum tentu punya cukup energi untuk menjalankannya. Solusi sementara mulai terlihat agak absurd. Bekas fasilitas mining kripto diubah menjadi pusat komputasi AI, lengkap dengan turbin gas untuk memberi makan rak server. Morga...