Langsung ke konten utama

OnlyOffice, Aplikasi Office Lengkap dengan ChatGPT

Anda sering bekerja dengan aplikasi office dan membuat dokumen laporan? Sering juga menggunakan tools ChatGPT untuk membantu Anda menyelesaikan tugas-tugas? Kalau begitu, tampaknya Anda perlu mencoba Only Office.
 
OnlyOffice adalah sebuah suite produktivitas yang menyediakan alternatif bagi Microsoft Office. Suite ini mencakup aplikasi seperti pengolah kata, spreadsheet, dan presentasi yang dapat diakses secara online.

Perangkat lunak ini menawarkan beragam fitur yang serupa dengan Microsoft Office, memungkinkan pengguna untuk membuat, mengedit, dan berbagi dokumen dengan mudah. Namun, fitur yang membuat OnlyOffice menonjol adalah integrasi yang kuat dengan berbagai layanan kolaboratif, termasuk fitur plugin ChatGPT yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan tim secara real-time.



Salah satu keunggulan utama OnlyOffice adalah kemampuannya untuk diakses secara online. Pengguna dapat mengakses dan mengedit dokumen dari mana saja dengan koneksi internet, sehingga memungkinkan kolaborasi yang mudah antar tim yang terpisah secara geografis.

Selain itu, OnlyOffice menyediakan dukungan penuh untuk berbagai format dokumen, memungkinkan pengguna untuk membuka dan menyimpan dokumen dalam format yang berbeda termasuk .docx, .xlsx, .pptx, dan banyak lagi. Ini sangat membantu dalam mengintegrasikan pekerjaan dengan alur kerja yang sudah ada.

Fitur ChatGPT yang terintegrasi di dalam OnlyOffice memberikan dimensi kolaboratif yang lebih dalam. Dengan ChatGPT, pengguna dapat langsung berkomunikasi dengan rekan tim mereka saat mereka sedang bekerja di dokumen yang sama. Ini memungkinkan diskusi yang efisien dan pembagian ide tanpa perlu beralih ke platform komunikasi terpisah.

Interaksi yang real-time ini membantu mempercepat alur kerja dan memastikan semua anggota tim tetap terhubung.

Selain itu, OnlyOffice menawarkan kemampuan kolaborasi yang lebih luas melalui fitur co-authoring, di mana beberapa pengguna dapat bekerja pada dokumen yang sama secara bersamaan. Hal ini memungkinkan perubahan yang diterapkan oleh satu anggota tim untuk segera terlihat oleh yang lainnya, sehingga mengurangi kebutuhan untuk berkirim dokumen melalui email atau menyimpan salinan terpisah.

Keamanan juga menjadi perhatian utama dalam OnlyOffice. Suite ini menyediakan kontrol akses yang ketat untuk dokumen dan fitur enkripsi yang kuat untuk melindungi data pengguna. Ini penting terutama ketika berurusan dengan informasi rahasia atau data sensitif dalam lingkungan bisnis.

OnlyOffice dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem manajemen file dan aplikasi kolaboratif lainnya, seperti Nextcloud, ownCloud, dan SharePoint. Ini memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan alur kerja yang sudah ada dan membuat transisi dari sistem lain menjadi lebih mudah.

Ketika mempertimbangkan perangkat lunak alternatif untuk Microsoft Office, OnlyOffice adalah pilihan yang kuat. Dengan fitur-fitur yang kuat dan integrasi yang mendalam dengan sistem kolaboratif modern, OnlyOffice menawarkan solusi lengkap untuk kebutuhan produktivitas dan kolaborasi dalam berbagai lingkungan, mulai dari bisnis hingga pendidikan.

Bagaimana guys? Menarik sekali bukan? Kalau laptop atau PC desktop yang Anda beli tidak termasuk Microsoft Office full version di dalamnya, coba pakai OnlyOffice saja!

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Facebook Tutup Metaverse for Work. Virtual Reality Tidak Jadi Realitas?

Meta secara resmi mengakhiri salah satu simbol paling ambisius, sekaligus paling problematis, dari era awal metaverse-nya. Horizon Workrooms, aplikasi VR yang sempat dipromosikan Mark Zuckerberg sebagai “kantor masa depan”, akan dihentikan sebagai aplikasi mandiri mulai 16 Februari 2026. Bersamaan dengan itu, Meta juga akan menghentikan penjualan layanan Horizon managed services serta SKU komersial Meta Quest pada 20 Februari 2026. Keputusan ini secara efektif menutup buku pada narasi “metaverse untuk dunia kerja” yang digaungkan Zuckerberg hanya dua bulan sebelum Facebook berganti nama menjadi Meta. Saat itu, Horizon Workrooms dijual sebagai ruang kolaborasi virtual yang memungkinkan karyawan bekerja, rapat, dan berinteraksi tanpa meninggalkan sofa mereka. Realitanya, adopsi nyaris tak pernah mendekati janji. Penutupan ini terjadi tak lama setelah Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja di divisi Reality Labs, setara lebih dari 1.000 karyawan. Di saat yang sama, laporan menyebut...

Restrukturisasi Gagal, Ubisoft Rugi Besar

Ubisoft mengubah rencana restrukturisasi menjadi kehancuran pasar dalam satu pagi. Saham penerbit Assassin’s Creed itu anjlok tajam di bursa Paris setelah perusahaan mengumumkan pembatalan proyek, penutupan studio, dan pemangkasan proyeksi kinerja keuangan. Saham Ubisoft sempat jatuh 28 persen ke level €4,75 pada pukul 09.18 waktu setempat sebelum perdagangan dihentikan. Ini menjadi penurunan intraday terburuk sejak Oktober 2019, sebuah rekor yang lebih mencerminkan krisis kepercayaan ketimbang dinamika pasar biasa. Perusahaan memperkirakan kerugian sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar €1 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, sebagian besar dipicu oleh writedown satu kali sekitar €650 juta. Angka tersebut secara implisit mengakui bahwa sebagian besar aset pengembangan Ubisoft tidak lagi layak dipertahankan di neraca. Restrukturisasi mencakup penutupan studio di Stockholm dan Halifax, Kanada, serta target pemangkasan biaya tetap minimal €100 juta pada Maret mendatang, satu tahun lebih c...

Asus Tutup Lini Produksi Smartphone. Sampai Kapan?

Asus tampaknya benar-benar menutup buku di pasar ponsel pintar. Setelah rumor mundurnya Asus dari bisnis smartphone beredar awal bulan ini, ketua Asus Jonney Shih akhirnya mengonfirmasi arah tersebut dalam sebuah acara di Taiwan.  Pernyataannya cukup tegas. Asus tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa depan. Pernyataan tersebut langsung menempatkan tanda tanya besar atas kelanjutan lini Asus Zenfone dan ROG Phone pada 2026. Meski Shih tidak menyebut Asus akan sepenuhnya meninggalkan ponsel selamanya, pendekatan yang diambil adalah wait and see tanpa batas waktu yang tidak ditentukan. Dengan kata lain, jika tidak ada perubahan besar di pasar, ponsel bukan lagi prioritas bisnis Asus. Alih-alih terus mengejar pasar smartphone yang semakin lama semakin homogen, Asus memilih mengalihkan fokus ke produk berbasis AI seperti robot dan kacamata pintar, area yang saat ini menyedot perhatian, investasi, dan anggaran industri.  Secara bisnis, langkah ini sulit dibantah. Zenfo...

Microsoft Mulai Lupakan NPU?

Fokus besar-besaran terhadap Copilot+ PC di CES 2026 kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah saat ini industri PC sedang mengejar strategi AI yang sudah mulai ditinggalkan oleh Microsoft sendiri? Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, Microsoft menegaskan bahwa semua PC Windows 11 adalah “AI PC”, termasuk perangkat non-Copilot+. Namun di lantai pameran CES, narasi yang dominan justru seolah kembali ke era awal Copilot+, dengan fokus besar pada NPU dan angka TOPS. Masalahnya, Microsoft kini tampak kurang antusias terhadap NPU. Dengan hadirnya Windows AI Foundry yang memungkinkan inferensi AI berjalan di CPU, GPU, maupun NPU, peran NPU tidak lagi eksklusif seperti saat Copilot Runtime pertama kali diperkenalkan. Di sisi pengguna, manfaat nyata NPU juga masih minim. Fitur Copilot+ PC yang tersedia saat ini seperti Windows Studio Effects, Recall, atau Click To Do, belum cukup kuat untuk mendorong adopsi massal atau membuat konsumen benar-benar peduli pada spesifikasi NPU. Iron...