Langsung ke konten utama

Telkomsel Orbit Star H2, Modem Rumahan Murah, Kuota Besar

Telkomsel dan Huawei telah meluncurkan modem terbaru mereka untuk kebutuhan internet rumah, yang diberi nama Orbit Star H2. Modem ini didasarkan pada Huawei 4G CPE 5s yang telah terbukti memiliki jangkauan jaringan 4G yang luas.

Meskipun ditujukan untuk penggunaan di rumah, Orbit Star H2 hadir dengan ukuran yang lebih kecil dari pendahulunya, serta bobot yang hanya sekitar 200 gram.

Dengan desain yang kompak, Orbit Star H2 dapat digunakan sebagai WiFi portabel oleh pengguna. Meski kecil, modem ini dapat menyambungkan hingga 32 perangkat ke internet secara bersamaan. Luar biasa bukan?



Yang menarik, setiap pembelian unit modem Orbit Star H2, pengguna akan mendapatkan paket data Telkomsel FantaSix sebesar 150GB untuk 6 bulan. Untuk pengguna yang membutuhkan kuota lebih, tersedia juga harga spesial untuk pembelian paket data Orbit Deals, yang menawarkan kuota hingga 250GB dengan harga mulai dari Rp 21.000.

Selain paket data reguler, pengguna juga dapat memilih paket data lain seperti Orbit Entertainment dan Zoom Pro. Paket-paket ini menggabungkan kuota dengan langganan premium untuk berbagai platform streaming seperti Amazon Prime, Catchplay+, Disney+ Hotstar, Lionsgate, Netflix, Vidio, dan WeTV.

Orbit Star H2 diunggulkan karena beberapa kelebihannya, termasuk kecepatan maksimum yang lebih tinggi dibandingkan dengan modem sejenis. Sementara modem lain pada rentang harga yang sama biasanya memiliki kecepatan maksimum 150 Mbps, Orbit Star H2 menawarkan kecepatan maksimum hingga 195 Mbps.

Keunggulan tersebut didukung oleh kemampuan modem ini dalam modulasi 256QAM untuk uplink dan downlink. Selain itu, kehadiran port SMA memungkinkan pengguna untuk menghubungkannya ke antena eksternal, meningkatkan jangkauan jaringan dengan kestabilan yang lebih baik.

Modem Orbit Star H2 tersedia dengan harga Rp 599 ribu dan dapat diperoleh melalui situs resmi www.myorbit.id, Orbit Official Store di berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, Blibli, Lazada, dan Bukalapak, serta di outlet GraPARI, serta outlet Pulsa dan IT terdekat.

Peluncuran modem terbaru ini, Orbit Star H2, menandai langkah maju dalam penyediaan akses internet rumah yang lebih cepat, handal, dan terjangkau di Indonesia.

Hadir dengan kecepatan maksimum yang lebih tinggi dan dukungan untuk berbagai paket data, modem ini memberikan solusi yang menarik bagi pengguna yang membutuhkan koneksi internet yang andal untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan hingga hiburan di rumah.

Dengan demikian, kehadiran Orbit Star H2 dapat dianggap sebagai langkah positif dalam meningkatkan konektivitas digital di negeri ini.

Postingan Populer

PC Semakin Terpuruk. Harga Mahal Jadi New Normal?

Firma riset pasar IDC memangkas proyeksi pasar PC global dan memperingatkan bahwa industri menghadapi periode sulit hingga setidaknya 2027. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC global diperkirakan turun 11,3% tahun ini, jauh lebih buruk dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan penurunan 2,4%. Pasar tablet juga ikut melemah, dengan penurunan pengiriman sekitar 7,6%. Penyebab utamanya cukup klasik, kelangkaan memori dan gangguan rantai pasokan. Kenaikan harga komponen membuat produsen kesulitan memproduksi perangkat dalam skala besar sekaligus menjaga harga tetap kompetitif. Ironisnya, meski pengiriman turun, nilai pasar justru diperkirakan naik. IDC memperkirakan nilai pasar PC global bisa mencapai $274 miliar pada 2026, naik sekitar 1,6%, karena harga jual rata-rata perangkat terus meningkat. Dengan kata lain, industri mungkin akan menjual lebih sedikit PC, tetapi dengan harga lebih mahal. IDC juga memperingatkan bahwa masalah pasokan memori bisa bertahan hingga 202...

Siap-siap. Manusia dan AI Akan Berebutan Listrik!

Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan besar kemampuan AI bisa terjadi pada paruh pertama 2026. Menurut laporan terbaru mereka, para eksekutif di laboratorium AI besar di AS sudah memberi sinyal bahwa kemajuan berikutnya bisa “mengejutkan” banyak pihak. Salah satu indikatornya datang dari model terbaru OpenAI, yakni GPT-5.4 Thinking yang disebut mencapai 83% pada benchmark GDPVal, level yang diklaim sudah menyamai pakar manusia dalam sejumlah tugas ekonomi. Namun masalah terbesar bukan lagi algoritma. Masalahnya listrik. Morgan Stanley memperkirakan, di AS saja, bisa jadi akan timbul defisit daya 9-18 gigawatt hingga 2028, atau sekitar 12-25% di bawah kebutuhan komputasi AI. Dengan kata lain, industri mungkin tahu cara membangun AI yang lebih pintar, tetapi belum tentu punya cukup energi untuk menjalankannya. Solusi sementara mulai terlihat agak absurd. Bekas fasilitas mining kripto diubah menjadi pusat komputasi AI, lengkap dengan turbin gas untuk memberi makan rak server. Morga...

Smartphone Baterai Terbesar Segera Dirilis? 13.000mAh Cukup?

Rumor terbaru berhembus bahwa Honor tengah menyiapkan smartphone dengan baterai yang hampir terdengar berlebihan. Perangkat yang disebut sebagai Honor X80 GT dikabarkan akan membawa baterai 13.080 mAh. Jika benar, kapasitas ini jauh melampaui standar smartphone modern yang biasanya hanya berada di kisaran 5.000 mAh. Secara teori, ini berarti pengguna bisa melupakan charger selama berhari-hari. Namun secara praktis, pertanyaannya sederhana: seberapa besar dan berat ponsel ini nantinya? Honor sebenarnya sudah bereksperimen dengan baterai besar pada beberapa perangkat sebelumnya yang mendekati 10.000 mAh. X80 GT tampaknya mencoba melangkah lebih jauh, seolah ingin memenangkan lomba angka spesifikasi yang semakin absurd. Bandingkan dengan flagship dari Apple atau Samsung yang masih bermain di kapasitas jauh lebih kecil. Namun pendekatan mereka juga menunjukkan realitas desain: baterai besar selalu datang dengan kompromi pada ketebalan, berat, dan ergonomi. Memang ada perangkat ekstrem sepe...

Militer AS Andalkan AI untuk Serang Iran

Militer AS kini mulai mengandalkan AI untuk mempercepat proses penentuan target serangan. Menurut laporan terbaru, United States Department of Defense mengklaim telah menyerang lebih dari 2.000 target di Iran hanya dalam empat hari. Tempo operasi yang sebelumnya hampir mustahil dicapai dengan proses militer tradisional. Di balik percepatan itu ada sistem analitik militer dari Palantir, yakni Maven Smart System, yang mengolah data dari drone, satelit, dan berbagai sensor medan perang. Sistem ini dipadukan dengan model AI dari Anthropic seperti Claude untuk menyusun rekomendasi target secara real-time. Perubahan utamanya ada pada kecepatan kill chain. Proses yang dulu membutuhkan analisis manusia berjam-jam kini dapat dipadatkan menjadi hitungan menit, atau bahkan detik. Masalahnya, percepatan ini datang dengan konsekuensi yang jarang dibahas secara jujur. Ketika target dihasilkan dan diproses pada kecepatan mesin, pengawasan manusia cenderung menjadi formalitas. Kesalahan kecil dalam da...

Prosesor Server AMD Laku Keras, Kapasitas Produksi Tak Memadai

Demam AI ternyata tidak hanya menguntungkan GPU. Permintaan CPU server juga melonjak tajam, bahkan melampaui perkiraan industri. Hal ini diakui langsung oleh CEO Lisa Su yang menyebut lonjakan permintaan prosesor server sebagai sesuatu yang “di luar ekspektasi”. Dalam konferensi Morgan Stanley, Su mengungkap bahwa pelanggan besar AMD kini menyadari satu hal penting, sistem AI tidak bisa hanya mengandalkan GPU. Infrastruktur AI tetap membutuhkan CPU dalam jumlah besar untuk menangani orkestrasi sistem, manajemen data, dan berbagai proses komputasi pendukung. Akibatnya, permintaan prosesor server seperti AMD EPYC meningkat drastis. Bahkan, menurut Su, banyak pelanggan yang sebelumnya salah menghitung kebutuhan CPU di dalam infrastruktur AI mereka. Situasi ini membuat rantai pasokan AMD mulai terasa ketat. Lonjakan permintaan dalam beberapa kuartal terakhir membuat kapasitas produksi sulit mengejar kebutuhan pasar. AMD kini bekerja sama dengan mitra manufaktur untuk menambah kapasitas dan...