Langsung ke konten utama

Asus SmartO MD200, Mouse Wireless 4.200 DPI

Asus telah mengumumkan ketersediaan SmartO Mouse MD200, sebuah mouse nirkabel ergonomis yang dilengkapi dengan lingkaran pengangkut elastis, sensor optik 4200 dpi berkinerja tinggi, tombol-tombol yang tahan lama, dan lapisan kaki mouse terbuat dari 100% PTFE.

Sebelumnya tersedia dalam opsi warna Secret Black, kini tersedia juga dalam warna Green Tea Latte yang lebih modis dan trendy.

Seperti diketahui, mouse adalah aksesoris yang sangat penting bagi pengguna perangkat komputasi. Meskipun touchpad di laptop semakin besar atau layar sudah mendukung layar sentuh, beberapa kegiatan kantor masih lebih nyaman dilakukan dengan menggunakan mouse. Du sisi lain,mouse nirkabel yang ringan, kompak, dan hening adalah solusi bagi pengguna semacam ini.

Seperti sebelumnya, mouse ini mendukung konektivitas radio frequency (RF) wireless 2.4GHz atau Bluetooth® 5.0 untuk terhubung ke perangkat. Metode konektivitas ini menawarkan kecepatan throughput data tinggi untuk memastikan respons yang akurat dan bebas lag.

Berkaitan dengan konektivitas, Asus SmartO Mouse MD200 dapat terhubung hingga tiga perangkat melalui Bluetooth, memungkinkan multitasking yang nyaman. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengguna saat mengontrol perangkat yang terhubung tanpa perlu melakukan proses pairing berulang. Namun, mouse hanya dapat aktif dengan satu perangkat pada satu waktu.

Untuk operasional, perangkat lunak Armoury Crate yang intuitif memungkinkan berbagai opsi kustomisasi, termasuk kemampuan untuk mengatur sensitivitas dan polling rate, serta memungkinkan pengguna untuk memeriksa tingkat daya baterai.



Desain Ergonomis
Lingkaran pengangkut yang inovatif dan tersembunyi memungkinkannya dengan mudah diselipkan di jari pengguna, menjadikannya sangat berguna saat berpindah dari tempat kerja ke ruang rapat. Tersedia juga tali yang dapat digunakan untuk menggantung mouse ketika tidak digunakan, menjaga ruang kerja tetap rapi. SmartO Mouse MD200 juga dilengkapi dengan penopang ibu jari untuk menjamin kenyamanan, bahkan setelah penggunaan berjam-jam.

Pelacakan Cepat dan Akurat
SmartO Mouse MD200 memiliki sensor optik 4200 dpi berpresisi tinggi yang memungkinkannya untuk melacak dengan akurat pada setiap permukaan, termasuk kaca. Selain itu, lapisan kaki mouse terbuat dari PTFE kelas gaming yang memastikan gesekan yang halus dan tanpa usaha.

Kinerja Tahan Lama
Tombol-tombol yang digunakan dalam SmartO Mouse MD200 memiliki rating hingga 10 juta klik - tiga kali lipat masa pakai yang ditawarkan oleh mouse kantor tradisional. Saat digunakan dan diklik, mouse ini hening sehingga tidak mengganggu pengguna lain di sekitar.

Teknologi hemat daya terintegrasi memberikan hingga satu tahun penggunaan hanya dengan satu baterai AA, memungkinkan pengguna untuk fokus pada tugas tanpa gangguan.



Mudah Diatur
Asus SmartO Mouse memiliki total enam tombol yang dapat disesuaikan yang dapat diprogram untuk tangkapan layar satu klik, fungsi keyboard, pintasan Windows, dan lainnya melalui perangkat lunak Armoury Crate.

Pengguna dapat menggunakan Armoury Crate untuk kustomisasi tambahan sesuai dengan preferensi atau skenario kerja mereka, serta mengatur pengaturan DPI, memeriksa tingkat daya baterai, melihat pembaruan perangkat lunak, dan lainnya.

Postingan Populer

Biaya Service Laptop Gaming Tembus Rp70 Juta, Modal Sendiri Cuma Rp2 Juta!

Seorang pemilik laptop gaming Razer Blade 16 memilih jalur yang tidak biasa setelah menghadapi biaya perbaikan yang dinilai terlalu tinggi. Alih-alih membayar sekitar £2.500 atau lebih dari US$3.300 (sekitar Rp70 juta) untuk mengganti heatsink, ia memodifikasi sistem pendingin laptop gaming tersebut hanya dengan biaya sekitar £100 atau sekitar Rp2 juta. Kisah ini pertama kali muncul melalui unggahan pengguna Reddit u/Pristine-Valuable775. Menurut pengakuannya, Razer menawarkan biaya penggantian heatsink yang hampir setara dengan harga sebuah laptop gaming baru. Meski penyebab kerusakan tidak dijelaskan secara rinci, kasus ini mengingatkan pada laporan sebelumnya mengenai masalah vapor chamber pada beberapa model Razer Blade generasi lama yang mengalami kegagalan segel sehingga sistem pendingin tidak lagi bekerja optimal. Setelah membiarkan laptopnya tersimpan selama hampir setahun, pemilik tersebut memutuskan merancang solusi sendiri. Ia memasang heatsink tembaga khusus yang menyentuh ...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Google Playground: Platform Bikin Game Tanpa Coding yang Diincar Banyak Kreator

Google resmi meluncurkan Playground, platform eksperimental berbasis browser yang memungkinkan siapa saja bikin game hanya lewat perintah teks tanpa perlu kemampuan coding sama sekali. Lewat antarmuka percakapan, pengguna cukup menjelaskan konsep game yang diinginkan, misalnya tema unik seperti minuman ube latte, dan Playground langsung menerjemahkannya menjadi permainan yang bisa dicoba saat itu juga. Proses kreasinya dirancang sangat sederhana. Pengguna bisa memulai dari kanvas kosong, memilih prompt yang sudah disediakan, atau mengikuti panduan terstruktur untuk membangun ide game dari nol. Elemen seperti aturan permainan, karakter, fisika, hingga desain lingkungan semuanya bisa diubah hanya dengan mengetikkan instruksi baru, tanpa harus mengutak-atik baris kode secara manual. Setelah game jadi, hasilnya bisa disimpan secara privat, dibagikan lewat tautan ke teman dan keluarga, atau dipublikasikan ke galeri Explore Playground agar bisa dimainkan komunitas lebih luas. Karena berbasis...

Nvidia Pangkas DLSS 5 hingga 24%, Kecepatan Naik 30% Lebih

Nvidia mengumumkan pembaruan teknologi Deep Learning Super Sampling (DLSS) 5 yang diklaim menghadirkan pemrosesan lebih cepat dan penggunaan sumber daya lebih rendah. Pembaruan Oktober 2026 ini memangkas ukuran model kecerdasan buatan (AI) hingga 24%, sekaligus memperluas dukungan ke sejumlah game, termasuk Hogwarts Legacy dan Where Winds Meet. Menurut Nvidia, model DLSS 5 terbaru memiliki 118 juta parameter, sekitar 24% lebih sedikit dibandingkan model sebelumnya. Optimalisasi tersebut diklaim membuat kecepatan eksekusi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan model yang diperkenalkan pada Maret 2026. Penggunaan memori video (VRAM) pada resolusi 4K juga turun 20%. Dampaknya terlihat pada NBA 2K27, salah satu game pertama yang mengadopsi DLSS 5. Nvidia mengklaim performanya meningkat lebih dari 30% dibandingkan implementasi saat peluncuran September, dengan frame rate naik dari 65 FPS menjadi 90 FPS pada resolusi 4K. Meski demikian, peningkatan tersebut perlu dicermati secara kriti...