Langsung ke konten utama

Cara Hapus Broadcast di WhatsApp yang Mengganggu

Ketika kita melihat pembaruan di WhatsApp  biasanya kita bisa melihat pembaruan terkini dari orang yang kita simpan kontaknya di perangkat kita. Namun semenjak ada pembaruan WhatsApp channel, banyak saluran broadcast dari berbagai macam platform. 

Sebenarnya WhatsApp channel ini berguna untuk meningkatkan efisiensi penyebaran berita secara cepat dan massal. Namun, fitur ini sepertinya dianggap mengganggu bagi sebagian orang.

Karena ada fitur WhasApp Channel ini, tab " status" yang biasanya untuk melihat status kerabat dan teman kita berubah menjadi tab “Updates” atau “Pembaruan”. Pada tab ini itulah pengguna bisa melihat daftar status sekaligus berita dari akun saluran yang telah diikuti.


Nah semakin banyak saluran yang diikuti di WhatsApp channel ini, maka akan semakin banyak pula informasi yang didapat. Jika pembaruan dari saluran yang diikuti terlalu banyak dan malah terasa mengganggu maka kita perlu tahu bagaimana cara untuk menghapus pembaruan dari saluran yang diikuti.

Nah, berikut ini Cara Hapus Broadcast di WhatsApp channel:

1. Buka tab pembaruan di WhatsApp.

2. Klik akun channel WhatsApp yang ada di bawah daftar status. Nanti pengguna akan dialihkan ke menu chat saluran.

Saluran yang diikuti misalnya saluran dari saluran resmi BMKG.

3. Buka ruang percakapan akun tersebut. Klik tombol titik 3 yang ada di kanan atas layar.

4. Pilih opsi “Batal mengikuti” atau “Unfollow”.

5. Selesai, akun saluran akan terhapus dari daftar saluran. Setelahnya pengguna WhatsApp tidak akan mendapatkan kiriman informasi dari akun tersebut di pembaruan. Jika saluran yang kamu ikuti banyak, maka ulangi step tersebut satu- persatu.

WhatsApp channel ini memudahkan kita untuk menentukan saluran mana yang akan kita ikuti. Pengguna akan mendapat notifikasi setelah mengikuti channel tertentu. Tanpa seizin pengguna saluran ini tidak bisa membuat notifikasi ke pengguna yang tidak berlangganan.

Jadi sebenarnya WhatsApp Channels ini seharusnya tidak mengganggu ya guys, jika tidak ingin ada pembaruan dari saluran WhatsApp channel ikuti langkah tadi.

Baca juga:


Jika ternyata kita butuh pembaruan dari saluran WhatsApp channel, berikut ini cara untuk menambahkan saluran agar mendapatkan pembaruan dan berita terkini dari akun saluran yang kamu akan pilih.

1. Tekan tab pembaruan di WhatsApp.

2. Scroll hingga menemukan menu “Saluran” atau Channels”.

3. Biasanya disini pengguna diberikan rekomendasi akun saluran yang dapat diikuti. Atau bisa juga pengguna mencari sendiri akun saluran yang hendak diikuti sesuai keinginan dengan menekan tombol tambah (plus) atau opsi “Cari Saluran”.

4. Tekan tombol "ikuti" atau "follow" yang ada dalam ruang percakapan akun saluran.

5. Pengguna akan mendapat pembaruan di WhatsApp.

Demikian Sobat Tekno tutorial kali ini, selamat mencoba.

Postingan Populer

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Valve Rilis SteamOS 3.8 Preview, Siap Dukung Handheld Baru dan Steam Machine Modern

Valve mulai memperluas ambisinya di ranah gaming hardware lewat perilisan preview SteamOS 3.8, yang tak hanya berfokus pada peningkatan performa handheld, tetapi juga memberi sinyal kuat arah ekosistem Steam ke depan. Dalam pembaruan ini, Valve menghadirkan dukungan awal untuk perangkat generasi berikutnya di luar Steam Deck. Langkah ini mengindikasikan bahwa Valve tengah menyiapkan fondasi bagi ekspansi hardware yang lebih luas, termasuk kemungkinan kebangkitan lini Steam Machine, konsep lama yang kini berpotensi hadir kembali dengan spesifikasi modern. Dari sisi performa, SteamOS 3.8 membawa sejumlah peningkatan signifikan. Valve mengklaim berhasil menekan latency input controller, sebuah faktor krusial dalam pengalaman gaming handheld. Selain itu, kompatibilitas dengan perangkat handheld pihak ketiga juga diperluas, membuka peluang bagi lebih banyak vendor untuk mengadopsi SteamOS sebagai platform utama. Update ini juga mencakup driver grafis terbaru yang menjanjikan peningkatan sta...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Harga CPU Intel Terancam Naik 10%, Dampak AI Inference Mulai Tekan Pasar PC

Kenaikan harga CPU tampaknya tinggal menunggu waktu. Intel dilaporkan bersiap menaikkan harga prosesor konsumen hingga sekitar 10 persen, didorong oleh lonjakan permintaan dari sektor AI, khususnya inference, yang mulai “menyedot” kapasitas produksi. Perubahan lanskap ini cukup signifikan. Jika sebelumnya GPU menjadi pusat perhatian dalam boom AI, kini workload inference justru lebih banyak bergantung pada CPU. Akibatnya, produsen x86 seperti Intel mulai kewalahan memenuhi permintaan, terutama dari hyperscaler dan data center yang siap membeli dalam volume besar. Dampaknya? Konsumen PC berpotensi jadi korban berikutnya. Intel sendiri sudah memberi sinyal bahwa untuk menjaga pasokan ke segmen enterprise, sebagian kapasitas harus “diambil” dari lini produk konsumen. Ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan realokasi prioritas industri. Masalahnya, timing-nya buruk. Pasar PC saat ini sudah tertekan oleh kenaikan harga komponen lain seperti DRAM dan GPU. Jika CPU ikut naik, maka teka...

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...