Langsung ke konten utama

ASUS VivoBook 14 A416, Laptop untuk Semua Kalangan

19 Maret 2022 - Memilih laptop yang tepat untuk kebutuhan bekerja dan belajar dari rumah ternyata juga tidak mudah bagi sebagian orang. Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya laptop yang dirancang secara spesifik untuk kebutuhan penggunaan tertentu, seperti laptop khusus untuk bermain game, atau bahkan laptop khusus untuk para content creator.
 
ASUS yang merupakan pemain utama di pasar laptop dunia dan Indonesia, tampaknya berhasil melihat peluang atas permasalahan tersebut. Alih-alih rajin menghadirkan laptop yang lebih spesifik, kali ini ASUS memperkenalkan VivoBook 14 (A416) yaitu sebuah laptop yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar para pekerja dan pelajar.

Anda tertarik memiliki laptop ASUS VivoBook 14 A416? Silakan klik dan dapatkan di harga spesial dengan menggunakan coupon code: ASUSTEKNORVW150K


VivoBook 14 (A416) memang sebuah laptop kelas entry-level atau pemula. Meski demikian, laptop ini masih tampil layaknya sebuah laptop modern dan tetap menggunakan hardware terkini. Ibaratnya, laptop ini breaking the boundaries of performance for thin and light laptops.

Desain bodinya maish tetap ringkas dan mudah dibawa bepergian. Sementara dari sisi hardware laptop ini mendukung penggunaan PCIe SSD serta ditenagai oleh prosesor Up to 11th Gen Intel® Core™ CPU and Up to MX330 Discrete Graphics.

Up to 11th Gen Intel® Core™ CPU and Up to MX330 Discrete Graphics

Laptop ini juga memiliki konektivitas yang cukup lengkap dan memenuhi standar konektivitas sebuah laptop modern yang dirilis tahun 2020. Selain telah dilengkapi webcam dan mikrofon terintegrasi untuk keperluan meeting secara online, VivoBook 14 (A416) juga sudah hadir dengan Office Pre-Installed sehingga siap langsung digunakan saat dikeluarkan dari kotaknya.
 
Tampilan Khas Laptop Modern
ASUS VivoBook 14 (A416) merupakan laptop modern dengan konsep mobilitas tinggi. Itulah mengapa VivoBook 14 (A416) tetap hadir dengan bodi yang ringkas dan ringan. Bobotnya hanya 1,6 kilogram dan ketebalannya hanya 19.9mm membuat laptop ini tetap mudah untuk dibawa bepergian. Tidak hanya itu, ASUS bahkan menyediakan charger yang sangat ringkas dan mudah untuk dimasukkan ke berbagai kompartemen di dalam tas.

Salah satu rahasia mengapa VivoBook 14 (A416) dapat memiliki bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop 14 inci pada umumnya adalah berkat teknologi NanoEdge Display. Teknologi eksklusif dari ASUS tersebut memungkinkan bezel layar pada VivoBook 14 (A416) dapat tampil sangat tipis, sehingga laptop ini dapat memiliki screen-to-body ratio hingga 82%.

Berbicara soal layar, VivoBook 14 (A416) juga telah dibekali dengan layar berukuran 14 inci dengan resolusi hingga Full HD. Layar tersebut sangat cocok digunakan baik untuk bekerja maupun untuk menikmati konten multimedia karena sudah dilapisi dengan lapisan anti-silau (anti-glare) serta memiliki sudut pandang hingga 178 derajat.

Layar: 14.0-inch LED Backlit FHD (1920 x 1080) 16:9 220nits anti-glare panel

Punya Fitur Premium
ASUS VivoBook 14 (A416) dibekali dengan keyboard full-size yang telah dilengkapi backlit, membuat laptop ini tetap dapat digunakan meski dalam kondisi gelap. Keyboard VivoBook 14 (A416) juga didesain secara ergonomis dan lebih kokoh. Setiap tombol keyboard-nya memiliki key travel sejauh 1,4mm yang sangat ideal untuk mengetik.

Selain keyboard yang nyaman, beberapa varian VivoBook 14 (A416) juga telah dilengkapi dengan keamanan biometrik melalui fingerprint sensor. Fitur yang biasanya terdapat di laptop kelas premium tersebut memungkinkan pengguna VivoBook 14 (A416) dapat masuk ke dalam sistem Windows 10 Home melalui Windows Hello, sehingga tidak perlu lagi mengetikkan password.

ASUS telah membekali VivoBook 14 (A416) dengan satu kamera sehingga laptop ini sudah bisa diandalkan sebagai perangkat untuk bekerja atau belajar di rumah. Pengguna VivoBook 14 (A416) juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli software office karena laptop ini sudah dilengkapi denga Microsoft Office Pre-Installed.

Microsoft Office merupakan aplikasi office terbaik di dunia dan digunakan sebagai aplikasi standar dalam pengolahan data dan dokumen kantor oleh sebagian besar institusi di dunia. Microsoft Office Home & Student 2019 terdiri dari tiga aplikasi utama yaitu Word, Excel, dan PowerPoint.

Selain dilengkapi dengan fitur Office terkini,  Microsoft Office Home & Student 2019 juga dapat terus di-update sehingga Anda dapat terbebas dari berbagai ancaman celah kemanan dan malware. Microsoft Office Home & Student 2019 tersedia secara cuma-cuma atau tanpa biaya tambahan.

VivoBook 14 (A416) dirancang sebagai laptop modern dan mengedepankan mobilitas. Untuk itulah VivoBook 14 (A416) dibekali dengan serangkaian fitur konektivitas mulai dari port USB Type-C, USB Type-A, HDMI, serta combo audio jack untuk memenuhi kebutuhan konektivitas sehari-hari.

Sementara di sisi konektivitas nirkabel, VivoBook 14 (A416) dibekali dengan WiFi 5 (802.11ac) untuk terhubung dengan jaringan internet, serta Bluetooth 4.1 sehingga penggunanya dapat menghubungkan berbagai aksesori nirkabel.

ASUS VivoBook 14 (A416) juga tidak hanya dilengkapi dengan berbagai fitur, tetapi juga memiliki konstruksi yang tangguh. Berbagai bagian pada laptop ini, seperti pada chasis utama dan rangka layar, terbuat dari bahan logam untuk memperkuat keseluruhan konstruksi bodinya.

ASUS juga menghadirkan perlindungan ekstra untuk HDD di VivoBook 14 (A416) bernama E-A-R HDD Protection. Perlindungan tersebut dapat menyerap getaran yang dihasilkan saat perangkat terguncang dan menyelamatkan HDD yang ada di dalamnya.

Fitur FingerPrint easy login

Dukungan Link To MyASUS
Satu lagi kelebihan VivoBook 14 (A416) adalah hadirnya MyASUS, sebuah aplikasi bawaan yang merupakan pusat kontrol untuk laptop ini. Melalui MyASUS, pengguna VivoBook 14 (A416) dapat memantau status laptopnya sekaligus melakukan troubleshooting. 

MyASUS juga menyediakan fasilitas agar penggunanya dapat memindai sistem laptop, menemukan masalah, dan memperbaikinya secara otomatis. Tidak hanya itu, MyASUS juga dapat memperlihatkan status garansi perangkat serta fasilitas untuk menghubungi layanan konsumen ASUS.

Yang paling menarik dari MyASUS adalah fitur bernama Link to MyASUS. Fitur tersebut memungkinkan pengguna VivoBook 14 (A416) untuk menghubungkan smartphone-nya dengan laptop agar dapat beraktivitas secara lebih produktif.

Link to MyASUS memiliki beberapa fungsi mulai dari menampilkan pesan dan notifikasi dari smartphone ke layar laptop, melakukan panggilan telepon langsung dari laptop, hingga membuat smartphone menjadi layar kedua untuk laptop. Link to MyASUS bahkan menyediakan fasilitas untuk berbagi file secara instan antara laptop dengan smartphone.

Dukungan Hardware Modern
ASUS VivoBook 14 (A416) ditenagai oleh Up to 11th Gen Intel® Core™ CPU and Up to MX330 Discrete Graphics

Konfigurasi dan kemampuan prosesor tersebut membuat VivoBook 14 (A416) dapat diandalkan untuk berbagai kegiatan mulai dari bekerja, berselancar di internet, atau menikmati konten multimedia.

Beberapa varian VivoBook 14 (A416) juga ditenagai oleh chip grafis NVIDIA GeForce MX330 untuk pengguna yang membutuhkan performa grafis ekstra. Kehadiran NVIDIA GeForce MX330 memungkinkan VivoBook 14 (A416) dapat menjalankan berbagai aplikasi yang membutuhkan performa grafis ekstra seperti aplikasi photo editing, video editing, hingga game kasual.

Agar dapat memenuhi kebutuhan semua kalangan, VivoBook 14 (A416) hadir dengan konfigurasi hardware yang beragam, termasuk pada jenis media penyimpanan data serta memori. VivoBook 14 (A416) telah menggunakan memori DDR4 yang merupakan standar laptop modern dengan kapasitas yang dapat di-upgrade hingga 12GB.

Sementara untuk penyimpanannya, laptop ini mengandalkan dua jenis penyimpanan yaitu 2.5” SATA dan M.2 PCIe. Tergantung konfigurasinya, Anda dapat menyematkan SSD dan HDD ke dalam laptop ini.

VivoBook 14 (A416) sendiri dilengkapi dengan baterai berkapasitas 37Wh yang cukup untuk menemani penggunanya berkagiatan seharian. Ketika diuji menggunakan PCMark 10 Battery pada mode Modern Office, VivoBook 14 (A416) berhasil bertahan hingga hampir 8 jam. Jika diasumsikan rata-rata jumlah jam kerja dalam sehari adalah delapan jam, artinya Anda tidak perlu lagi mengisi daya baterai laptop ini untuk bekerja seharian.

Postingan Populer

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...