Langsung ke konten utama

Paket Internet Gratis dari Digital MPWR, Begini Caranya

Ada kabar gembira nih guys. Sudah pernah mendengar provider digital MPWR? Kalau belum, MPWR merupakan operator digital terbaru yang merupakan salah satu layanan bisnis dari Indosat Ooredoo. 

Untuk memperluas jangkauan pelanggannya, MPWR kini tengan menggelar promo yang amat sangat menarik. Apalagi kalau bukan paket internet gratis selama tiga bulan bagi penggunanya. 


Sebagai informasi, MPWR ini menargetkan kawula muda sebagai target pelanggannya. Dan nampaknya, promo ini sangat menggiurkan ya guys. Seperti apa detailnya?

MPWR ini berbeda dengan kartu seluler biasa karena memiliki sejumlah keunggulan. Sebagai contoh, para pengguna dapat mengatur jumlah paket data yang ingin digunakan. 


Indosat MPWR juga digadang-gadang akan menjadi saingan by.U dari Telkomsel, Live On dan Switch serta Power Up milik Smartfren yang merupakan provider digital yang sudah hadir telebih dahulu.

Menurut juru bicara MPWR Alexander Christian, 1 Desember 2020 lalu, seratus ribu pengguna baru MPWR dapat mencoba internet gratis selama tiga bulan. 

Baca juga:


Nantinya, pelanggan MPWR akan dapat menikmati paket internet Friendly 10GB per bulannya. Jadi para pengguna akan dapat 30GB secara keseluruhan. Nampaknya rencana MPWR memanjakan pengguna baru dengan promo ini bukan program kaleng-kaleng guys.


Syaratnya gampang, pelanggan MPWR cukup membayar Rp1000 pada bulan pertama dan melakukan pengisisan pulsa minimal Rp10.000 pada bulan kedua. Pada bulan ketiga pelanggan tidak perlu melakukan pengisian pulsa lagi dan masih dapat internet gratis.

Nah untuk langkah yang lebih detail lagi tentang bagaimana pelanggan MPWR dapat menggunakan promo tersebut, begini langkahnya:

  • Download aplikasi MPWR yang tersedia di PlayStore atau App Store
  • Pilih paket internet dan nomor telepon yang diinginkan
  • Lakukan pembayaran, dapat melalui Gopay, OVO, kartu debit/kredit dan juga akun virtual (ATM Bersama, BCA, Mandiri, BNI, BRI)
  • SIM card yang dipesan akan dikirimkan ke seluruh provinsi dan kota di Indomesia
  • Pelanggan MPWR akan menerima SIM card tersebut di hari yang sama, jika melakukan pemesanan sebelum pukul 12 siang
  • Setelah menerima SIM dan MPWR, aktifkan nomor dengan login ke aplikasi MPWR yang sudah di-download sebelumnya


Gimana guys? Tertarik mencoba? Lumayan lho.

Postingan Populer

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...