Langsung ke konten utama

Wallpaper AMD Ryzen 4000 Series

Awal tahun ini AMD mengumumkan prosesor terbarunya yakni AMD Ryzen 4000 series untuk segmen mobile computing. APU (Accelerated Processing Unit) ini sebelumnya dikenal dengan kode nama Renoir dan menawarkan peningkatan performa yang luar biasa dibandingkan dengan prosesor laptop generasi terdahulu.

Sebagai informasi, seri prosesor AMD Ryzen 4000 series mobile adalah CPU berbasis core Zen 2 yang sudah diproduksi dengan teknologi manufaktur 7 nanometer. Dibandingkan dengan versi terdahulu, arsitektur Zen2 menawarkan peningkatan 15 persen lebih tinggi, clockspeed yang bisa lebih cepat, kepadatan transistor yang lebih tinggi namun dalam ukuran die processor yang lebih kecil.


Tak hanya itu, AMD Ryzen 4000 series juga menawarkan penggunaan daya yang lebih rendah hingga 20 persen dibandingkan sebelunnya, serta performance per watt yang meningkat hingga 2 kali lipat.



Dari sisi grafis, Integrated Graphics (IGP) pada Ryzen 4000 mobile series memang masih menggunakan GPU berbasis Radeon Vega. Meski demikian, berhubung menggunakan teknologi manufaktur 7 nanometer, performa dan efisiensi IGP Vega tersebut bisa lebih ditingkatkan dibanding sebelumnya.

AMD mengklaim, peningkatan performanya mencapai 59 persen lebih baik dibanding versi terdahulu. Dari sisi kecepatan, frequency dari IGP Ryzen 4000 series mobile tersebut berada di kecepatan 1750MHz. Bandingkan dengan seri sebelumnya yang maksimal hanya berjalan pada kecepatan sekitar 1400MHz.

Kombinasi CPU dan GPU kencang tersebut menawarkan performa yang hebat. Apalagi saat ini prosesor yang bersangkutan sudah mendukung RAM DDR4-3200 dan LPDDR4X-4266. Sebagai gambaran, Ryzen Mobile 3000 series generasi kedua hanya mendukung RAM DDR4-2400 biasa.

AMD bahkan mengklaim, dalam performance testing yang mereka lakukan, kecepatan Ryzen 7 4800U yang mereka tawarkan mampu mengatasi kecepatan performa single-thread miliki prosesor Intel Core i7 generasi ke-10 terbaru yakni Core i7-1065G7.




Performa multi-thread nya bahkan lebih jauh lagi. Bisa mencapai 90 persen lebih cepat atau hampir dua kali lipat lebih hebat dari Core i7-1065G7. Untuk performa grafisnya sendiri, performanya mencapai 28 persen lebih baik dalam pengukuran menggunakan 3DMark Time Spy. Luar biasa bukan?

Nah, sebelum AMD menghadirkan prosesor mereka ke pasaran di dalam laptop-laptop yang diproduksi oleh mitra OEM mereka, berikut ini ada beberapa wallpaper yang kami rangkum dari berbagai sumber.




Baca juga:







Silakan pilih dan gunakan untuk menghiasi tampilan desktop sistem operasi Anda.

Postingan Populer

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Valve Rilis SteamOS 3.8 Preview, Siap Dukung Handheld Baru dan Steam Machine Modern

Valve mulai memperluas ambisinya di ranah gaming hardware lewat perilisan preview SteamOS 3.8, yang tak hanya berfokus pada peningkatan performa handheld, tetapi juga memberi sinyal kuat arah ekosistem Steam ke depan. Dalam pembaruan ini, Valve menghadirkan dukungan awal untuk perangkat generasi berikutnya di luar Steam Deck. Langkah ini mengindikasikan bahwa Valve tengah menyiapkan fondasi bagi ekspansi hardware yang lebih luas, termasuk kemungkinan kebangkitan lini Steam Machine, konsep lama yang kini berpotensi hadir kembali dengan spesifikasi modern. Dari sisi performa, SteamOS 3.8 membawa sejumlah peningkatan signifikan. Valve mengklaim berhasil menekan latency input controller, sebuah faktor krusial dalam pengalaman gaming handheld. Selain itu, kompatibilitas dengan perangkat handheld pihak ketiga juga diperluas, membuka peluang bagi lebih banyak vendor untuk mengadopsi SteamOS sebagai platform utama. Update ini juga mencakup driver grafis terbaru yang menjanjikan peningkatan sta...

Harga CPU Intel Terancam Naik 10%, Dampak AI Inference Mulai Tekan Pasar PC

Kenaikan harga CPU tampaknya tinggal menunggu waktu. Intel dilaporkan bersiap menaikkan harga prosesor konsumen hingga sekitar 10 persen, didorong oleh lonjakan permintaan dari sektor AI, khususnya inference, yang mulai “menyedot” kapasitas produksi. Perubahan lanskap ini cukup signifikan. Jika sebelumnya GPU menjadi pusat perhatian dalam boom AI, kini workload inference justru lebih banyak bergantung pada CPU. Akibatnya, produsen x86 seperti Intel mulai kewalahan memenuhi permintaan, terutama dari hyperscaler dan data center yang siap membeli dalam volume besar. Dampaknya? Konsumen PC berpotensi jadi korban berikutnya. Intel sendiri sudah memberi sinyal bahwa untuk menjaga pasokan ke segmen enterprise, sebagian kapasitas harus “diambil” dari lini produk konsumen. Ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan realokasi prioritas industri. Masalahnya, timing-nya buruk. Pasar PC saat ini sudah tertekan oleh kenaikan harga komponen lain seperti DRAM dan GPU. Jika CPU ikut naik, maka teka...

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...