Langsung ke konten utama

Turun, Harga SSD 256GB Sekarang Sudah Murah!

Anda punya notebook baru tapi masih pakai harddisk? Atau notebook lawas Anda yang sudah cukup lama digunakan performanya sudah semakin tak tertahankan lambatnya? Jangan dibuang dulu. Selain upgrade RAM alias memori utamanya, ada solusi mudah dan cepat untuk menggenjot kembali performa laptop Anda tersebut.

Caranya tak lain dan tak bukan adalah dengan mengganti harddisk lawas yang terpasang di sana dengan perangkat media penyimpanan yang punya performa gesit dan juga tahan banting. Tidak berisik pula saat bekerja. SSD alias Solid State Drive, jenis perangkat penyimpanan yang kita maksud.


Tak seperti saat pertama-tama teknologi SSD hadir dan digunakan di industri komputer, baik PC desktop ataupun laptop, SSD saat ini sudah relatif terjangkau harganya. Kurang lebih, per GB-nya harganya kini sudah mencapai di bawah Rp8.000 per GB, bahkan sampai kurang dari Rp3.000 per GB. Dibanding harddisk, harganya memang sudah sangat murah, yakni mencapai sekitar Rp700-800 per GB.

Lalu, berapa harga SSD256GB di pasaran saat ini?

Dikutip dari Rakitan.com, berikut ini harga beberapa SSD berbasis M.2 SATA PCIe ataupun NVMe:
A-Data SU800 256GB No Bracket (ADSSD25S3002X) SSD     - 677.000
A-Data SX6000 256GB M.2 (ADSSDIM20005X) NVME R 1000MB/S W 850MB/S SSD - 726.000
A-Data SX6000PRO 256GB M.2 NVMe PCIe Gen3X4 R 2100Mb/s W 1500Mb/s SSD - 778.000
A-Data SX7000 256GB M.2 SATA PCIE GEN3X4 - R 1800MB/S W 850MB/S SSD - 1.558.000
A-Data SX8000 256GB M.2 SATA PCIe (ADSSDXSSD002X) SSD - 2.014.000

Crucial MX500 250GB SATA 2.5inch SSD Max R560/W510 Mb/s SSD - 795.000
Gigabyte SSD M2 256GB NVME SSD - 1.030.000
Gigabyte SSD UD PRO 256Gb 2.5 inch (GBSSDIS255002) SSD - 815.000
HIKVISION M.2 PCIe 256GB-2280 3D TLC R/W:1600/850 SSD - 1.180.000
HIKVISION SSD 2.5" SATA 256GB 3D TLC-SATA III R/W:500/450 SSD - 988.000

Palit SSD UVS 256GB 2.5 inch SSD - 822.000
Plextor PX-256M9PeGN M.2 NVME 256GB SSD - 1.245.000
Samsung 850 EVO 250GB(SMSSDINT0003X) SSD     - 1.170.000
Samsung 860 EVO M.2 SATA 250G (SMSSDINT0008X) - 900.000
Samsung 860 PRO 256GB - Grs 5th (SMSSDIS25001X) SSD - 1.200.000
Sandisk SSD Ultra 3D 250GB (SDUFDCCZ048X) SSD - 884.000

Silicon Power ACE A55 256GB (SPSSDIS255004) SSD - 525.000
Silicon Power SSD A80 M.2 2280 PCIe 256GB SSD - 1.560.000
Team M.2 Sata 2242 256Gb (By Megakom) SSD - 1.460.000
Team TM38P1256GMC101 (256GB) (Pos PC) SSD - 1.190.000
Transcend 256GB M.2 2280 NVME PCIe Gen3x4 M-Key 3D TLC SSD - 791.000
Transcend 256GB SSD 2.5Inch SATA3-TS256GSSD230S (TCSSDIS25002X) SSD - 690.000

V-GEN SSD M.2 256GB (VGSSDIM20002X) SSD - 538.000
WDC Black PC SSD 250GB M.2 2280 NVME (WDSSDIM20001X) SSD - 1.067.000
WDC Blue PC SSD 250GB M.2 2280 (WDSSDIM20003X) SSD - 748.000
WDC Green PC SSD 240GB M.2 2280 (WDSSDINT0002X) SSD - 535.000


Dapat Anda simak dari harga-harga SSD di atas, tentunya merek WDC Green 240GB sangat menarik. Harga SSD dari Silicon Power sebenarnya yang paling menarik. Tetapi tentunya, ada harga ada rupa. Selain kualitas produk dari brand terpercaya sangat penting, kecepatan transfer data alias performa masing-masing SSD pun tentunya berbeda. Namun demikian, tentunya jika dibanding harddisk, performanya pasti lebih baik.

Postingan Populer

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

GPU Intel Arc Pro B70 dan Arc Pro B65 Bidik Segmen Profesional

Intel resmi memperluas portofolio GPU workstation melalui peluncuran Arc Pro B70 dan Arc Pro B65. Keduanya dibangun di atas arsitektur Xe2 “Battlemage”, menargetkan segmen profesional yang kini semakin didorong oleh kebutuhan AI compute, visualisasi kompleks, dan pengembangan software berbasis akselerasi GPU. Arc Pro B70 menjadi varian paling ambisius. Dengan 32 Xe core, 256 XMX engine, dan 32 ray tracing unit, GPU ini diposisikan sebagai mesin kerja serius untuk workload berat. Kapasitas memori 32GB GDDR6 pada bus 256-bit dengan bandwidth 608 GB/s memberikan fondasi kuat untuk dataset besar dan model AI.  Intel bahkan mengklaim performa hingga 367 TOPS (INT8), angka yang secara langsung menyasar kebutuhan inference modern. Dukungan API lengkap, mulai dari DirectX 12 Ultimate hingga Vulkan 1.3, membuatnya fleksibel untuk berbagai pipeline profesional. Di bawahnya, Arc Pro B65 hadir dengan konfigurasi lebih ramping: 24 Xe core dan 160 XMX engine. Meski begitu, menariknya tetap memba...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...