Langsung ke konten utama

Vivo V11 Pro, Smartphone Sensor Sidik Jari Pertama di Layar

Bermula dari pertempuran spesifikasi dan keunggulan pada smartphone, Vivo kini meluncurkan varian smartphone terbaru mereka dengan kinerja yang sangat baik di kelasnya. Selain performa,  fitur yang terbaru dan inovatif yang tersedia pada produk terbaru tersebut adalah pada teknologi pengaman yaitu Screen Touch ID.

Screen Touch ID, fitur yang pertamakali hadir pada Vivo V11 Pro, adalah suatu teknologi yang dapat mengunakan sensor sidik jari di layar smartphone. Tentunya, teknologi pemindaian ini dapat digunakan dengan cepat dan akurat.


Dari sisi desain, smartphone terbaru besutan vendor asal negeri Tiongkok tersebut memiliki layar notch kecil di bagian atas layar. Ia memiliki screen to body ratio 91,27 persen. Selain itu Super AMOLED display yang terpasang memiliki peran yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas tampilan layar smartphone di kelasnya. Layarnya sendiri cukup besar, 6.41''


Seperti pada smartphone Vivo sebelumnya, Vivo V11 Pro juga konfigurasi dual rear camera 12MP (Dual Pixel) + 5MP dengan bukaan f/1.8 yang menjadi andalan Vivo untuk kamera depan. Dan pada kamera depan, Vivo memberikan kamera selfie resolusi 25MP dengan bukaan f/2.0. Cocok untuk selfie-selfie ria.

Teknologi AI membantu menambah performa pada smartphone terutama dalam sisi kamera. Kinerja kamera akan berttambah karena pada smartphone ini terdapat fitur seperti AI Selfie Lighting, AI Face Shapping, Funmoji, Anti Backlight AI HDR dan AI Scene Recognition.

Prosesor pada smartphone ini menggunakan teknologi Qualcomm Snapdragon 660 AIE yang artinya smartphone tersebut sudah baik dalam sisi performa. Apalagi ditambah 6GB RAM yang sangat cepat dan mendukung multitasking, memorinya pun cukup luas yakni 64GB ROM.

Teknologi pengisian cepat menjadi acuan smartphone terkini. Hal yang sama juga menjadi prioritas Vivo V11 Pro. Khusus untuk pengisian ulang baterai, Vivo menghadirkan teknologi Dual-Engine Fast Charging yang dapat mempercepat proses pengisian baterai menjadi penuh.

Anda bisa mendapatkan smartphone ini dengan 2 varian  produk yaitu Vivo V11 dan Vivo V11 Pro. Perbedaan keduanya bisa diukur dengan kualitas performa yang memukau pada kedua jenis smarphone ini.

Terdapat dua pilihan warna yaitu Nebula Purple dan Starry Black. Keduanya membuat kesan luar biasa karena menyuguhkan model yang menawan.


Untuk masalah harga Vivo V11 pro di banderol mulai dari 4 juta rupiah namun tidak sampai 5 juta rupiah. Anda dapat membeli pada toko online atau di counter handphone terdekat jika memungkinkan.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Industri Game Global 2025 Tembus US$197 Miliar, PC dan Mobile Jadi Mesin Pertumbuhan

Firma analis Newzoo memperkirakan industri game global akan mencatat pendapatan sebesar US$197 miliar pada 2025. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 7,5 persen (year-on-year), didorong oleh kombinasi kenaikan harga game, ketersediaan konten yang semakin luas, serta sejumlah penyesuaian dalam pencatatan dan pengakuan pendapatan di industri. Jika dilihat dari pembagian platform, data Newzoo menjelaskan mengapa pasar PC semakin menjadi fokus utama para pemilik ekosistem konsol. Segmen mobile diproyeksikan tetap mendominasi dengan pendapatan sekitar US$108 miliar, atau setara 55 persen dari total pasar game global. Dominasi ini menegaskan posisi mobile gaming sebagai mesin utama pertumbuhan industri, terutama di pasar negara berkembang. Di bawahnya, pasar konsol diperkirakan menghasilkan US$45 miliar pada 2025, tumbuh 4,2 persen dan menyumbang sekitar 23 persen dari total pendapatan. Sementara itu, PC gaming berada tepat di belakang dengan kontribusi US$43 miliar atau 2...

Review Asus Zenbook 14 OLED UX3405CA. Laptop Tipis Premium dengan Prosesor Kencang

Di tengah meningkatnya adopsi layar OLED pada laptop consumer portable performa tinggi, Asus kembali mengukuhkan posisinya lewat Zenbook 14 OLED UX3405CA. Laptop tipis ini merupakan sebuah laptop 14 inci yang tidak hanya memprioritaskan estetika dan portabilitas, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan untuk kebutuhan produktivitas modern dan penggunaan hybrid. Asus Zenbook 14 OLED UX3405CA hadir sebagai penyempurnaan dari generasi sebelumnya, dengan membawa layar OLED yang semakin matang, performa chip Intel Core Ultra yang lebih cepat dan efisien, serta peningkatan kualitas desain yang membuatnya lebih ergonomis. Ia juga sudah menggunakan RAM 32GB serta storage SSD 1TB. Aman untuk menghindari lonjakan kenaikan harga di 2026 mendatang. Ya, laptop Asus yang satu ini dirancang untuk pengguna profesional, mahasiswa, kreator kasual, dan pekerja hybrid yang membutuhkan perangkat portabel dengan kualitas layar terbaik dan performa stabil sepanjang hari. Pada review kali ini, kita aka...

Tantang AS, Tiktok Investasi 23 Miliar Dolar untuk AI

ByteDance, perusahaan induk TikTok, bersiap mempercepat ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI) secara agresif di tingkat global. Pada 2026, perusahaan asal Tiongkok ini dikabarkan akan mengalokasikan dana hingga RMB160 miliar atau sekitar US$23 miliar untuk investasi AI, sebuah langkah strategis guna mengejar ketertinggalan dari raksasa teknologi Amerika Serikat di tengah persaingan AI yang kian intens. Sekitar separuh dari anggaran tersebut akan difokuskan pada pengadaan semikonduktor. ByteDance disebut akan mengalokasikan RMB85 miliar untuk membeli prosesor AI, terutama dari Nvidia. Namun, rencana ini dihadapkan pada ketidakpastian akibat pembatasan ekspor teknologi canggih AS ke perusahaan Tiongkok.  ByteDance sendiri dilaporkan menargetkan pembelian sekitar 20.000 unit Nvidia H200, chip yang berada satu tingkat di bawah produk flagship Nvidia. Peluang ini sedikit terbuka setelah Presiden AS Donald Trump mengizinkan penjualan H200 kepada “pelanggan yang disetujui” di Tiongkok, m...

Diblokir AS, Huawei Tidak Terpengaruh. Kirin 9030 Berhasil Dirilis

Chip mobile terbaru Huawei, Kirin 9030, kembali menarik perhatian industri semikonduktor global. Bukan karena lonjakan performa agresif, melainkan karena keberadaannya sendiri menjadi bukti bahwa Huawei masih mampu merilis SoC baru meski akses ke teknologi litografi EUV tetap diblokir oleh Amerika Serikat.  Kirin 9030 kini digunakan pada seri Mate 80 dan Mate X7, menandai kelanjutan strategi “bertahan sambil beradaptasi” Huawei. Secara spesifikasi, Kirin 9030 dan Kirin 9030 Pro cenderung konservatif. Keduanya masih mengandalkan desain CPU ARMv8 dan GPU Maleoon 935, tanpa adopsi arsitektur ARM terbaru. Versi standar membawa delapan core dengan konfigurasi bertingkat, sementara varian Pro menambah satu core ekstra menjadi sembilan core dengan susunan 1+4+4. Kecepatan clock pun relatif moderat dan, berdasarkan pengujian awal, belum sepenuhnya dipacu ke batas maksimum. Yang lebih menarik adalah proses manufakturnya. Analisis TechInsights mengonfirmasi bahwa Kirin 9030 dibuat menggunaka...