Langsung ke konten utama

Advan G2 Plus, Smartphone Baterai Besar Beredar 30 Juli

Smartphone kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Khususnya bagi mereka yang berada di usia produktif dan tinggal di perkotaan. Buat pengguna seperti ini, ketinggalan smartphone jauh lebih merepotkan dibanding ketinggalan dompet. Tanpa smartphone, hidup rasanya seperti mati gaya. Demikian pula saat baterai smartphone kita habis.

Menghindari hal tersebut, produsen smartphone berlomba-lomba menghadirkan perangkat andalan mereka yang punya kapasitas baterai luar biasa. Asus, Lenovo, Xiaomi, dan kini Advan, sang jawara produsen smartphone lokal yang menghadirkan seri terbaru, yang fokus untuk menjadikannya sebagai smartphone panjang umur.


Adalah Advan G2 Plus, nama lengkap smartphone yang bersangkutan. Hadir dengan kelebihan utama pada layar fullview dan kapasitas baterai besar, ia dibekali layar resolusi HD+ berukuran 5,7 inci dengan rasio aspek kekinian, yakni 18:9. Berhubung perangkat ini memiliki mengunggulkan kemampuan daya tahan, untuk energi, ia dipasok baterai berkapasitas 4.000mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 12 jam dalam pemakaian intensif dan 14 hari untuk standby.


Model ini dihadirkan bagi para pengguna yang punya berbagai aktivitas padat serta mereka yang membutuhkan baterai besar dengan layar full view.

Baca juga: 

Tak hanya itu, fitur kamera juga menjadi perhatian Advan untuk perangkat barunya ini. Kamera belakang Advan G2 Plus memiliki resolusi 13MP (dengan bukaan f/2.0) serta lensa largan dan sensor CMOS dari Samsung. Adapun kamera depannya beresolusi 8MP (dengan bukaan f/2.2) yang juga memiliki kemampuan menghasilkan efek bokeh.

Untuk dapur pacunya, Advan G2 Plus menggunakan prosesor Mediatek 6737 Dual Core 1.3GHz dengan RAM 3GB dan internal storage sebesar 32GB dan menjalankan sistem operasi Android 8 Oreo. Untuk keamanan, perangkat ini juga sudah dilengkapi fitur pemindai sidik jari dan Face ID. Di Indonesia, Advan G2 Plus akan dijual perdana pada 30 Juli 2018 dalam program flashsale di Shopee. Harga perangkat ini untuk masa flashsale tersebut ditetapkan di harga Rp1.899.000.


Sebentar. Layar HD+ dimensi 5,7 inci dengan rasio aspek 18:9, baterai 4.000mAh dengan prosesor Mediatek? Rasa-rasanya ia akan bersaing dengan Zenfone Max Plus M1 yang harganya sedikit lebih mahal tapi punya RAM sedikit lebih besar, baterai sedikit lebih kuat dan prosesor yang sedikit lebih kencang.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Facebook Tutup Metaverse for Work. Virtual Reality Tidak Jadi Realitas?

Meta secara resmi mengakhiri salah satu simbol paling ambisius, sekaligus paling problematis, dari era awal metaverse-nya. Horizon Workrooms, aplikasi VR yang sempat dipromosikan Mark Zuckerberg sebagai “kantor masa depan”, akan dihentikan sebagai aplikasi mandiri mulai 16 Februari 2026. Bersamaan dengan itu, Meta juga akan menghentikan penjualan layanan Horizon managed services serta SKU komersial Meta Quest pada 20 Februari 2026. Keputusan ini secara efektif menutup buku pada narasi “metaverse untuk dunia kerja” yang digaungkan Zuckerberg hanya dua bulan sebelum Facebook berganti nama menjadi Meta. Saat itu, Horizon Workrooms dijual sebagai ruang kolaborasi virtual yang memungkinkan karyawan bekerja, rapat, dan berinteraksi tanpa meninggalkan sofa mereka. Realitanya, adopsi nyaris tak pernah mendekati janji. Penutupan ini terjadi tak lama setelah Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja di divisi Reality Labs, setara lebih dari 1.000 karyawan. Di saat yang sama, laporan menyebut...

Restrukturisasi Gagal, Ubisoft Rugi Besar

Ubisoft mengubah rencana restrukturisasi menjadi kehancuran pasar dalam satu pagi. Saham penerbit Assassin’s Creed itu anjlok tajam di bursa Paris setelah perusahaan mengumumkan pembatalan proyek, penutupan studio, dan pemangkasan proyeksi kinerja keuangan. Saham Ubisoft sempat jatuh 28 persen ke level €4,75 pada pukul 09.18 waktu setempat sebelum perdagangan dihentikan. Ini menjadi penurunan intraday terburuk sejak Oktober 2019, sebuah rekor yang lebih mencerminkan krisis kepercayaan ketimbang dinamika pasar biasa. Perusahaan memperkirakan kerugian sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar €1 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, sebagian besar dipicu oleh writedown satu kali sekitar €650 juta. Angka tersebut secara implisit mengakui bahwa sebagian besar aset pengembangan Ubisoft tidak lagi layak dipertahankan di neraca. Restrukturisasi mencakup penutupan studio di Stockholm dan Halifax, Kanada, serta target pemangkasan biaya tetap minimal €100 juta pada Maret mendatang, satu tahun lebih c...

Microsoft Mulai Lupakan NPU?

Fokus besar-besaran terhadap Copilot+ PC di CES 2026 kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah saat ini industri PC sedang mengejar strategi AI yang sudah mulai ditinggalkan oleh Microsoft sendiri? Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, Microsoft menegaskan bahwa semua PC Windows 11 adalah “AI PC”, termasuk perangkat non-Copilot+. Namun di lantai pameran CES, narasi yang dominan justru seolah kembali ke era awal Copilot+, dengan fokus besar pada NPU dan angka TOPS. Masalahnya, Microsoft kini tampak kurang antusias terhadap NPU. Dengan hadirnya Windows AI Foundry yang memungkinkan inferensi AI berjalan di CPU, GPU, maupun NPU, peran NPU tidak lagi eksklusif seperti saat Copilot Runtime pertama kali diperkenalkan. Di sisi pengguna, manfaat nyata NPU juga masih minim. Fitur Copilot+ PC yang tersedia saat ini seperti Windows Studio Effects, Recall, atau Click To Do, belum cukup kuat untuk mendorong adopsi massal atau membuat konsumen benar-benar peduli pada spesifikasi NPU. Iron...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...