Langsung ke konten utama

Spesifikasi Vivo Y83, Smartphone Full View Display Terbaru Vivo

Vivo, salah satu pemain utama di industri smartphone di negeri ini, kembali menghadirkan smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Berbeda dengan varian sebelumnya yang dirilis, yang menjadi perangkat unggulan alias flagship mereka yakni V9, model terbaru yang digelontorkan adalah smartphone pendukung yang ditujukan untuk segmen di bawahnya.

Adalah Vivo Y83, smartphone paling anyar yang dilepas ke pasaran Indonesia baru-baru ini. Yang menarik, produsen asal Tiongkok tersebut kembali melakukan peluncuran resmi produknya di luar Jakarta. Jika Vivo V9 diluncurkan secara luar biasa heboh di Jogjakarta, Vivo Y83 diluncurkan secara sederhana di sebuah pameran di Galaxy Mal, Surabaya. Lalu, seperti apa spesifikasi Vivo Y83?


Saat peluncurannya, Vivo Indonesia mengklaim, meski segmennya berada di bawah Vivo V9, namun Vivo Y83 tetap ditujukan untuk segmen kelas menengah ke atas.


Di bagian dalamnya, Vivo Y83 sudah memanfaatkan sistem oeprasi Android 8.0 Oreo yang dipadukan dengan prosesor octa core Mediatek MT6765 1.8GHz berbasis ARM Cortex-A53 dan ditopang oleh pengolah grafis GPU PowerVR GE8320.

Baca juga:

Untuk mengoptimalkan laju performanya, smartphone ini mengadopsi RAM berkapasitas 4GB dengan memori Internal 32GB sebagai ruang penyimpanan utama. Tak ketinggalan, baterai berkapasitas 3.300 mAh juga hadir untuk memasok energi.

Di sektor layar, Vivo Y83 memiliki layar 6,22 inch dengan resolusi HD+ (720 x 1440 pixel). Layarnya pun kekinian dengan aspek rasio 19:8 dan dibekali notch di bagian atasnya. Agar melindungi layar dari potensi terjadinya goresan, retak dan sebagainya, Vivo tak lupa menyematkan lapisan pelindung Cornning Gorilla Glass 3.


Untuk fotografi, seperti Vivo Y83 sendiri dibekali kamera selfie yang sudah dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dengan resolusi 8MP. Kamera depannya ini diklaim bisa memindai wajah untuk membuka kunci atau biasa disebut dengan Face Unlock. Adapun untuk kamera belakang, Vivo Y83 dibekali kamera beresolusi 13MP yang dilengkapi phase detection autofocus dan LED flash yang tentu kualitasnya juga cukup mumpuni.

Di Indonesia, Vivo Y83 dipasarkan di harga Rp3.199.000 dan sudah tersedia secara offline ataupun online di beberapa situs e-commerce terkemuka.

Postingan Populer

Qualcomm Siapkan 6G. Tapi Bukan untuk Manusia

Qualcomm mulai memposisikan 6G bukan sekadar evolusi jaringan, melainkan fondasi bagi era baru berbasis AI yang mereka sebut “agent economy”. Dalam ajang Mobile World Congress, CEO Cristiano Amon menyatakan bahwa masa depan perangkat akan bergantung pada komunikasi antar AI. Bukan lagi sekadar interaksi manusia. Menurut Qualcomm, 6G akan memungkinkan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga kacamata pintar, untuk saling “berbicara” melalui agen AI yang bekerja di latar belakang. CFO sekaligus COO Akash Palkhiwala bahkan menyebut jaringan generasi berikutnya ini sebagai “AI-native wireless network” pertama, di mana trafik utama bukan lagi video atau media sosial, melainkan komunikasi antar agen digital. Perubahan ini diklaim akan menggeser paradigma dari “app economy” ke “agent economy”, di mana satu asisten AI menangani berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari memesan tiket hingga transportasi, tanpa perlu berpindah aplikasi. Namun narasi ini juga menimbulkan pertanyaan kritis. ...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Pangsa Pasar Sistem Operasi Desktop Dikuasai Windows 11 dengan 72%

Data terbaru dari StatCounter menunjukkan bahwa Windows 11 kini semakin mendominasi pasar sistem operasi desktop. Pangsa pasarnya dilaporkan telah mencapai sekitar 72,78 persen, sementara Windows 10 turun drastis menjadi 26,27 persen. Perubahan ini menandai percepatan adopsi yang cukup signifikan dibandingkan akhir 2025. Saat itu Windows 11 baru saja melampaui 50 persen pangsa pasar, sementara Windows 10 masih mempertahankan basis pengguna yang jauh lebih besar. Kini, jarak keduanya terus melebar. Salah satu faktor utama di balik lonjakan ini adalah keputusan Microsoft untuk mengakhiri dukungan resmi bagi Windows 10. Batasan siklus hidup produk tersebut mendorong banyak pengguna dan organisasi untuk beralih ke platform yang lebih baru. Dalam banyak kasus, keputusan tersebut bukan lagi sekadar pilihan fitur, melainkan kebutuhan untuk menjaga keamanan dan kompatibilitas sistem. Selain itu, proses upgrade juga sering kali terjadi secara tidak langsung melalui pembelian perangkat baru. Kom...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...