Langsung ke konten utama

Asus ZenFone 4 Selfie Beredar di Indonesia

Maraknya tren selfie, atau sebuah aktivitas yang malah sudah dialihbahasakan secara resmi ke Bahasa Indonesia menjadi swafoto, membuat sejumlah produsen smartphone serius menggarap segmen tersebut. Asus, yang sudah melihat perkembangan ini sejak merilis ZenFone Selfie pada tahun 2015 lalu, kembali menghadirkan model terbaru ke pasaran Indonesia.



Hari ini secara resmi Asus menghadirkan update jajaran smartphone Zenfone 4 series terbarunya. Kali ini, update disediakan untuk penggemar swafoto alias selfie. Tak hanya satu, ada dua varian Zenfone 4 Selfie yang ditawarkan pada pengguna, yakni Zenfone 4 Selfie Pro dan Zenfone 4 Selfie polos (non pro). Apa bedanya?


ASUS ZenFone Selfie Pro ZD552KL
Asus Zenfone 4 Selfie Pro merupakan varian tertinggi dari lini Asus Zenfone Selfie sampai saat ini. Melanjutkan generasi Zenfone 2 Selfie yang sudah hadir sejak dua tahun lalu, Zenfone 4 Selfie Pro hadir dengan dual camera, yang menjadi ciri khas lini produk Zenfone 4. Berhubung Selfie, dual camera-nya hadir di depan.

Menurut Asus, pengguna yang membutuhkan smartphone khusus selfie dengan kemampuan maksimal, ia bisa memilih ZenFone Selfie Pro. Ia sangat bertenaga dengan prosesor octa-core dan RAM 4GB. Kamera depannya sendiri mampu memotret dengan resolusi tinggi dengan teknologi khusus yang dikembangkan oleh ASUS. Bahkan bisa pula merekam video dengan resolusi 4K.

Pada Zenfone Selfie Pro, Asus menggunakan kamera Sony IMX362 yang punya kualitas tinggi. Tak hanya itu, teknologi DuoPixel yang disediakan mampu menggenjot performa kamera tersebut sehingga mampu menghasilkan gambar berkualitas 24 megapixel. Tak lupa, sebuah kamera 5MP wide angle hingga 120 derajat disediakan agar foto wefie tak lagi mewajibkan penggunaan tongsis.



ASUS Zenfone 4 Selfie ZD553KL
Bagi pengguna yang membutuhkan keseimbangan antara performa dan kemampuan kamera yang baik, ASUS menghadirkan ZenFone Selfie ZD553KL. Smartphone ini memiliki kinerja yang cukup mumpuni dengan prosesor octa-core dan RAM yang juga berkapasitas 4GB. Untuk aktivitas selfie, kamera depan resolusi 20MP hadir dilengkapi kamera wide dengan resolusi 8MP. Kamera belakangnya sendiri memiliki resolusi 16MP.

Dengan hadirnya dua smartphone selfie di atas, kini seluruh kebutuhan penggemar swafoto dari berbagai segmen, pasti dapat terpenuhi. Pasalnya, rangkaian ASUS ZenFone 4 Selfie terbaru tersebut tersedia di kisaran harga yang relatif terjangkau, sampai kisaran harga mainstream saja. Di pasaran, saat ini Asus sudah mulai menjual Zenfone 4 Selfie Pro di harga Rp4.999.000, sementara Zenfone 4 Selfie di harga Rp3.499.000.


Seperti apa performa Asus Zenfone 4 Selfie series ini? Mudah-mudahan ada kesempatan untuk kita mengulasnya bersama-sama.

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Penjualan PC Global Turun 4,9% Akibat Krisis DRAM

Pasar PC global kembali memasuki fase perlambatan setelah mencatat pertumbuhan selama sembilan kuartal berturut-turut. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC dunia pada kuartal II 2026 turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 68,2 juta unit.  Penurunan ini terutama dipicu oleh krisis pasokan memori DRAM yang masih membayangi industri semikonduktor. Kelangkaan DRAM membuat produsen PC berupaya mengamankan pasokan komponen lebih awal melalui strategi inventory pull-forward. Namun, strategi tersebut tidak lagi mampu menahan tekanan akibat kenaikan harga memori, penyimpanan NAND, serta berbagai ketidakpastian geopolitik yang masih mengganggu rantai pasok global. IDC mencatat fenomena menarik di pasar PC saat ini. Meskipun volume pengiriman menurun, pendapatan produsen justru meningkat karena kenaikan harga perangkat berlangsung lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan. Menurut Research Director IDC Jitesh Ubrani, kondisi ekonomi global yang melemah da...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...