Langsung ke konten utama

8 Perbedaan Android Oreo dan Android Nougat

Google secara resmi kembali memberi nama merek makanan populer sebagai sistem operasinya. Setelah memberi nama KitKat untuk Android generasi ke-4.4, untuk Android berikutnya yakni Android 8.0, mereka menggunakan nama Oreo. Apa perbedaan utama dari sistem operasi Android generasi baru tersebut dibanding Android generasi 7 (Nougat) saat ini?

Pertama, dari sisi tampilan. Android Oreo kini lebih segar dengan antarmuka homescreen, notifikasi, app drawer, setting, menu storage dan battery yang baru.

Kedua, kini Android Oreo juga mendukung autofill saat pengguna akan melakukan registrasi di web dengan memasukkan informasi yang biasa diinput seperti nama, alamat rumah, dan lain-lain. Layaknya saat melakukan registrasi di aplikasi PC.



Ketiga, fitur Smart Text Selection. Saat pengguna memilih text dengan format alamat, fitur ini bisa memberikan opsi untuk membuka Google Maps. Jika memiliki karakter dengan format nomor telepon, bisa muncul opsi untuk langsung menelpon nomor tersebut. Menarik.




Keempat, ada juga fitu picture-in-picture. Saat pengguna melakukan video streaming, ia juga bisa sambil melakukan kegiatan lain pada smartphone tersebut. Misalnya membuka jendela messenger, browser atau lainnya.

Kelima, ada fitur Wifi Aware atau Neighbor Awareness Networking (NAN). Dengan ini, dua buah perangkat Android dapat saling terhubung satu sama lain tanpa perlu lewat Access Point.



Keenam, Background Limit. Fitur ini dapat membatasi secara otomatis aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan di background, namun sedang tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu.

Ketujuh, Notifikasi. Pada Android Oreo pengguna dapat mengelola notifikasi seperti menunda nontifikasi selama 15 menit, 30 menit, satu jam, atau dua jam. Selain itu, pengguna juga dapat mengelompokkan notifikasi berdasarkan channel tertentu. Tak hanya itu saja, pengguna juga dapat melakukan quick preview notifikasi dengan cara menahan icon aplikasi.

Kedelapan, Bluetooth audio. Pada Android Oreo, pengembang diberikan hak khusus untuk mengelola audio dari setiap aplikasi yang mereka buat. Tak hanya itu saja, melihat beberapa smartphone mulai meninggalkan jack audio, untuk pertama kalinya Android membekali sistem operasinya dengan Qualcomm apTx, sehingga dapat dipastikan pengguna akan dimanjakan dengan audio Bluetooth berkualitas tinggi.

Postingan Populer

Awas, Google Chrome Tanam AI Lokal Tanpa Izin!

Google kembali bikin geger setelah Google Chrome ketahuan diam-diam mengunduh model AI lokal Gemini Nano berukuran sekitar 4 GB ke PC pengguna tanpa izin jelas. File raksasa itu muncul di folder “OptGuideOnDeviceModel” dengan nama “weights.bin”, dan diduga dipakai untuk fitur AI seperti scam detection hingga AI writing assistance. Temuan ini diungkap peneliti privasi Alexander Hanff dari blog That Privacy Guy. Yang bikin panas, proses unduhan berlangsung otomatis di latar belakang tanpa notifikasi maupun persetujuan eksplisit pengguna.  Chrome hanya mendeteksi apakah hardware cukup kuat menjalankan AI lokal, lalu langsung menginstal model tersebut. Masalahnya bukan cuma soal privasi. Di tengah harga SSD yang makin tidak masuk akal akibat ledakan AI datacenter, Google justru seenaknya “memakan” 4GB storage pengguna untuk fitur yang bahkan belum tentu dipakai. Pada laptop dengan SSD 256GB, angka itu jelas bukan kecil. Lebih parah lagi, beberapa pengguna melaporkan file tersebut muncu...

Samsung dan SK Hynix Bersaing di Standar RAM Masa Depan

Samsung dan SK Hynix kini tidak lagi sekadar bersaing soal kapasitas produksi memori. Di tengah ledakan industri AI global, keduanya mulai bertarung menentukan fondasi teknologi DRAM generasi berikutnya.  Persaingan ini menjadi semakin krusial karena AI data center modern tidak hanya haus GPU, tetapi juga sangat bergantung pada pasokan HBM dan DRAM berkecepatan tinggi yang kini mulai memasuki fase kritis. Lonjakan kebutuhan AI membuat rantai pasok memori semakin tertekan. HBM, DRAM, hingga NAND kini berebut material produksi yang sama, mulai dari wafer silikon sampai bahan kimia litografi. Situasi ini membuat produsen memori harus mencari cara baru untuk meningkatkan densitas chip tanpa menghancurkan efisiensi produksi. Samsung dilaporkan mengambil pendekatan yang cukup agresif dengan mempertimbangkan penggunaan teknologi Gate-All-Around FET atau GAAFET untuk DRAM generasi baru. Teknologi ini sebelumnya populer di prosesor modern karena mampu meningkatkan efisiensi dan kontrol aru...

Qualcomm Hadirkan Chipset Baru untuk Entry - Mid Level

Qualcomm resmi memperkenalkan dua chipset baru untuk pasar smartphone kelas menengah dan entry-level, yakni Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5. Kedua platform ini dirancang untuk menghadirkan peningkatan performa gaming, efisiensi daya, dan responsivitas sistem di tengah persaingan pasar mobile yang semakin agresif. Snapdragon 6 Gen 5 menjadi lini yang difokuskan untuk smartphone mid-range dengan fitur yang mulai mendekati kelas flagship. Qualcomm membawa peningkatan performa GPU hingga 21 persen, sekaligus menghadirkan Adaptive Performance Engine 4.0 untuk menjaga stabilitas performa saat menjalankan game berat dalam waktu lama. Chipset ini juga mulai mengadopsi fitur premium seperti dukungan Wi-Fi 7 dan teknologi AI untuk pemrosesan kamera. Qualcomm menyebut Snapdragon Smooth Motion UI sebagai salah satu fitur utama yang mampu mengurangi stutter pada animasi antarmuka dan meningkatkan kelancaran navigasi sistem. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman pengguna kini me...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi Black Shark 3

Akhirnya, setelah menggunakan selama beberapa minggu terakhir, kami berani menarik kesimpulan terhadap hape gaming keren yakni Black Shark 3. Seperti apa kesimpulan kami, apa kelebihan dan kekurangannya? Yuk kita ulas satu-satu. Seperti biasa, kita akan mulai dengan kelebihan Black Shark 3. Ini dia. Pertama, Performa Gahar . Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, Black Shark 3 merupakan smartphone gaming kelas ultimate yang menawarkan performa tertinggi dan dipasarkan di harga yang merusak segmen flagship. Nah, sebagai penerus dari Black Shark 2, tentunya Black Shark 3 hadir dengan chipset yang sangat optimal untuk digunakan bermain game. Qualcomm Snapdragon 865 yang diusungnya pun menjadi salah satu chipset dengan performa tertinggi dan terbaik di dunia.   Semua jenis game berat seperti PUBG pun dapat dijalankan pada smartphone ini, dan tingkat frame rate-nya di atas rata-rata. Untuk pengaturan grafisnya, Black Shark 3 pun dapat dengan mudah menggunakan setting rata k...