Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pasar

Melirik Persaingan Ponsel Lipat 2019

Dahulu orang mungkin berkhayal tentang sebuah ponsel dengan layar yang dapat dilipat dan terasa mudah digenggam. Tapi dengan kemajuan teknologi, tantangan itu sudah dapat diwujudkan dengan teknologi terbaru dan lebih canggih. Menurut Samsung dan Huawei, mereka akan menjadi ventor terdepan yang meluncurkan produk smartphone lipat pertama di dunia. Namun ternyata salah karena sebenarnya produsen pertama yang memproduksi ponsel lipat adalah Royole Corporation dengan basis di Shenzen, Tiongkok pada awal november 2018. Ponsel lipat ini mulai diperkenalkan dengan nama Plexpai. Smartphone ini memiliki keunggulan dapat dilipat, direntangkan tanpa memiliki hambatan saat penggunaan hingga 200 ribu kali. Selain itu ponsel ini juga dapat menjadi tablet yang tentunya membuat pengguna terpuaskan dengan kelebihan tersebut. Melirik awal tahun 2019, Samsung merilis Galaxy Fold yang merupakan ponsel dengan layar lipat pertama dari produsen asal Korea Selatan tersebut. Ia berbarengan dengan

Foxconn Dirikan Pabrik Smartphone di Batam, Indonesia

Akhirnya Foxconn memenuhi janjinya untuk berinvestasi di Indonesia. Raksasa manufaktur asal Tiongkok terebut mulai mendirikan pabrik perakitan smartphone di Batam, Kepulauan Riau. Meski demikian, skala pabrik itupun tidak sebesar pabrik mereka di China ataupun India dan hanya fokus ke perakitan. Dalam operasionalnya, pabrik tersebut akan dijalankan oleh PT Infocus Consumer International (ICI) Global, anak perusahaan Hon Hai Precision Industry, alias Foxconn Technology Group. Investasi sebesar Rp50 miliar telah digelontorkan Foxconn untuk membangun pabrik yang juga merupakan kolaborasi dengan PT Satnusa Persada, produsen perakit smartphone merek ASUS dan Xiaomi. Adapun pabrik milik ICI tersebut akan merakit smartphone merek Sharp yang akan dipasarkan di Indonesia. Sharp sendiri kini merupakan brand milik Foxconn setelah mereka diakuisisi pada Maret tahun 2016 dengan nilai sekitar Rp46,5 triliun.